2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   7 Adab berdoa dalam Islam
7 Adab berdoa dalam Islam

7 Adab berdoa dalam Islam

7 Adab berdoa dalam Islam
7 Adab berdoa dalam Islam

berikut 7 Adab berdoa dalam islam sesuai Al-Qu’ran dan As-sunnah.

1. Mencari Waktu Mustajab

Sebenarnya tidak ada batasan waktu bagi seorang muslim berdoa kepada Allah SWT. berdoa dapat dilakukan kapan saja, namun ada sebagian yang Allah SWT tetapkan sebagai waktu mustajab yaitu seperti; bulan ramadhan, hari arafah, sepertiga malam terkahir, diantara dua khutbah jum’at dll.

Hadits Qudsi Nabi Muhammad SAW
“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim).

2. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua tangan

Rasullullah SAW telah mencontohkan hal ini, diriwayatkan dari Jabir radhiallu ‘anhu, bahwa ketika beliau berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat kemudian berdoa sampai terbenam matahari. (HR. Muslim)
Dan dari ibnu abbas mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangan rasul kemudian mengangkat setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani)

3. Memulai dengan Memuji Allah SWT dan Shalawat Nabi

Diriwiyatkan oleh Abu Daud dan Nasa’i mengatakan bahwa Rasulullah SAW mendengar seorang laki-laki berdoa selesai sholatnya namun tanpa membesarkan Allah dan Shalawat kepada Nabi. maka sabdanya; “orang ini terlau tergesa-gesa”! kemudian dipanggil orang tersebut, lalu dikatakan kepadanya dan kepada orang lainnya – “Jika salah seorang dari kamu berdoa, hendaklah mendahulukannya dengan membesarkan dan memuji Tuhannya yang Mahaagung dan Mahamulia kemudia ucapkan shalawat kepada Nabi saw. setelah itu barulah berdoa

Baca Juga: Doa sebelum belajar

4. Berdoa dengan Khusyu, suara lirih dan tidak dikeraskan

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman
“dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Q.S.Al-Isra’:110)
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas .” (Q.S.Al-A’raf:55).”
Dari dua potongan ayat tersebut, menjelaskan etika dan adab berdoa yang sangat jelas bahwa kita sangat dianjurkan untuk berendah diri dan suara yang lembut karena sesungguhnya Allah Maha mendengar setiap keinginan hamba-Nya.

5. Memperbanyak Taubat dan Memohon Ampun Kepada Allah

Taqarrub illallah atau mendekatkan diri kepada Allah merupakan cara untuk mendapatkan cintanya Allah. Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka doa seorang tersebut akan mudah dikabulkan. dan diantara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dengan beristighfar.
sebagaimana sabda Nabi saw yang diriwayatkan Abu Hurairah

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi..” (HR. Bukhari)

6. Hindari mendoakan keburukan, baik diri sendiri maupun orang lain

hal ini sangat dilarang, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
“Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11)
“Kalau sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka (binasa).” (QS. Yunus: 11)

kedua ayat tersebut berbicara bahwa ada sebagian orang yang mendoakan keburukan untuk dirinya, keluarganya dll. ditambah sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah;
“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

7. Mengulang-ulang Doa sampai tiga kali dan tidak tergesa-gesa

Diterima dari Abdullah bin Mas’ud : “bahwa Rasulullah saw senang sekali, berdoa dan beristigfar tiga kali.” (HR. Abu Daud). dengan mengulang-ulang doa sampai tiga kali, hal ini menunjukkan kesungguhan kita dalam berdoa

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى
“Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan‘.” (HR. Bukhari dan Muslim)