983 Lulusan Unpatti Jadi Indikator Pendidikan Tinggi di Maluku Terus Berjalan

983 Lulusan Unpatti Jadi Indikator Pendidikan Tinggi di Maluku Terus Berjalan

983 Lulusan Unpatti Jadi Indikator Pendidikan Tinggi di Maluku Terus Berjalan

983 Lulusan Unpatti Jadi Indikator Pendidikan Tinggi di Maluku Terus Berjalan
983 Lulusan Unpatti Jadi Indikator Pendidikan Tinggi di Maluku Terus Berjalan

Pelaksanaan Wisuda 983 lulusan Universitas Pattimura Ambon pada Kamis

(21/4) di Auditorium Unpatti, akan menjadi satu indikator bahwa dinamika pendidikan tinggi di Maluku terus berjalan, bahkan telah menemukan momen kebangkitannya di tengah berbagai krisis dan kendala yang mendera dunia pendidikan di Maluku.

Demikian dikatakan Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff dalam sambutan tertulisnya pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Pattimura yang dibacakan Assisten 1 bidang Pemerintahan Drs. Angki Renyaan, M.Pd

Jangan pernah berkecil hati terhadap hasil penilaian serta sorotan kualitas

tenaga guru di Maluku, karena out put yang dihasilkan para pendidik di Maluku menjadi pembuktian terbaik atas penilaian tersebut.

Realitas angka kelulusan pada jenjang SD, SMP dan SMA/SMK telah memperlihatkan hal tersebut dan hasil yang akan dicapai anak-anak Maluku di tahun ini akan lebih meningkat, semuanya menandakan kalau tenaga guru lulusan perguruan tinggi di Maluku termasuk Unpatti, memiliki kualitas dan kapasitas yang tidak perlu diragukan lagi.

Peluang besar sebagai daerah penghasil pada Blok Masela telah menempatkan Maluku pada sisi keuntungan daerah. Namun tidak hanya sampai disitu saja, sebab disana ada begitu banyak peluang kerja yang menjadi dambaan generasi muda Maluku.

Data sementara yang dilansir Kementerian SDM bahwa, kebutuhan tenaga kerja Blok Masela

dengan pemberlakuan Finansial kurang lebih 380 ribu orang dan ini sesuatu yang luar biasa.

Selama ini di Maluku selalu mengeluhkan minimnya lapangan kerja bagi lulusan Perguruan Tinggi, sehingga dengan adanya Blok Masela merupakan peluang dimasa depan yang menjanjikan untuk generasi muda Maluku.

Untuk itu, dunia pendidikan harus tanggap dan bergerak cepat mempersiapkan sumber daya manusia yang fleksibel, dengan sektor Pertambangan dan Industri seperti pernyataan Presiden Joko Widodo
untuk memprioritaskan tenaga kerja Blok Masela diutamakan untuk lulusan Perguruan Tinggi di Maluku, dan merupakan sebuah tantangan bagi Unpatti.

Rektor Unpatti Prof.Dr. M.J Sapteno, SH.M.Hum menjelaskan, dalam kerangka pengembangan Unpatti jangka panjang sampai tahun 2030 Unpatti harus diarahkan untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis Riset dan Berdaya saing Internasional.

SDM yang dimiliki Unpatti saat ini dan perencanaan yang cermat dan sistematis, serta dukungan oleh komitmen tinggi semua pihak untuk mencapai target pengembangan tersebut, maka dirinya optimis cita-cita akan menjadi kenyataan.

Dalam rangka menaikkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi dan menjawab kebutuhan pasar kerja sehubungan dengan pembangunan Blok Masela dan pengelolaan SDA, maka Unpatti berupaya untuk menambah program studi Baru baik jenjang Sarjana maupun Pasca Sarjana.

Hingga kini terdapat 59 program studi Sarjana dan Pasca Sarjana di Unpatti, terdiri dari 44 Program Sarjana dan 13 Magister serta dua program Doktor yaitu Ilmu Kelautan dan Ilmu Hukum.(TM05)

 

Baca Juga :