2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   AJARAN PAULUS TENTANG HATI NURANI
  1. AJARAN PAULUS TENTANG HATI NURANI

Agar kita bisa berani tebuka dan jujur mengenai diri kita, maka kita harus memiliki hati nurani yang murni.  Kis. Rasul 23:1, Paulus menulis tentang hati nurani yang murni
(good conscience), artinya tidak tercelah dihadapan manusia dan Tuhan (Kis. Rasul 24:16).  1 Tim. 3:9, Rasul Paulus menasehati Timotius agar memiliki hati nurani yang suci (pure conscience), artinya hati nurani yang tidak ada perasaan bersalah, tidak bisa ditemukan kesalahan, hal ini bisa terjadi bila hati kita disucikan oleh darah Yesus terus menerus. Banyak orang Kristen mengalami masalah yang seharusnya tidak perlu dialami, hanya karena hati nurani yang tidak disucikan terus menerus.. Hati nurani yang sensitif membedakan yang benar dari yang salah, menandakan kedewasaan rohani Ibrani 5:13,14, “Sebab barang siapa yang masih memerlukan susu, ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang dewasa , yang karena mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”

2. Ajaran Paulus:
– Paulus mengajar tentang pentingnya hati nurani yang murni Kis.Rasul 24:16, …’aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni dihadapan Allah dan manusia.
2 Kor.1:12, ‘Inilah yang kami megahkan, yaitu suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami didunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi.
– Paulus memperingatkan Timotius bahwa iman bekerja sama dengan hati nurani yang murni. Iman tidak bertumbuh, bila hati nurani tidak dimurnikan.

1 Tim.1:18,19, ‘Tugas ini kuberikan kepadamu Timotius anakku … engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni, dan karena itu kandaslah iman mereka.

sumber :

https://radiomarconi.com/