2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Arti Arkeologi
Arti Arkeologi

Arti Arkeologi

Arti Arkeologi

Menurut Web Antropologi Indonesia

Arkeologi Adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil) maupun fitur (artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi). Teknik penelitian yang khas adalah penggalian (ekskavasi) arkeologis, meskipun survei juga mendapatkan porsi yang cukup besar.
Tujuan arkeologi beragam dan menjadi perdebatan yang panjang. Di antaranya adalah yang disebut dengan paradigma arkeologi, yaitu menyusun sejarah kebudayaan, memahami perilaku manusia, serta mengerti proses perubahan budaya. Karena bertujuan untuk memahami budaya manusia, maka ilmu ini termasuk ke dalam kelompok ilmu humaniora.
Meskipun demikian, terdapat berbagai ilmu bantu yang digunakan, antara lain sejarah, antropologi, geologi arsitektur, paleoantropologi dan bioantropologi, fisika (antara lain dengan karbon c-14 untuk mendapatkan pertanggalan mutlak), ilmu metalurgi (untuk mendapatkan unsur-unsur suatu benda logam), serta filologi (mempelajari naskah lama).
Arkeologi pada masa sekarang merangkumi berbagai bidang yang berkait. Sebagai contoh, penemuan mayat yang dikubur akan menarik minat pakar dari berbagai bidang untuk mengkaji tentang pakaian dan jenis bahan digunakan, bentuk keramik dan cara penyebaran, kepercayaan melalui apa yang dikebumikan bersama mayat tersebut, pakar kimia yang mampu menentukan usia galian melalui cara seperti metoda pengukuran karbon 14. Sedangkan pakar genetik yang ingin mengetahui pergerakan perpindahan manusia purba, meneliti DNAnya.
Arkeologi berasal dari perkataan Yunani yaitu arkhaiologia yang berhenti perbincangan tentang benda purba atau silam. Istilah ini digubah semula pada abad ke 17 oleh seorang sarjana German bernama George Daux. Terdapat berbagai definisi tentang arkeologi dan sebagai satu disiplin yang dinamik, ianya telah berubah-ubah bersesuaian dengan ruang kajiannya yang semakin luas dengan aplikasi teknologi semasa.
Antara ini adalah definisi-definisi yang sering digunakan oleh para ahli arkeologi dalam merujuk kepada pengertian bidang ini ialah seperti:
1. Paul Bahn menyatakan pengertian asas arkeologi ialah satu kajian sistematik tentang masalampau yang berasaskan budaya kebendaan dengan bermatlamat untuk membongkar,menerangkan dan mengklasifikasikan tinggalan-tinggalan budaya, menguraikan bentuk dan perilaku masyarakat masa silam serta memahami bagaimana ia terbentuk dan akhir sekalimerekonstraksinya semula.

2. Grahame Clark mendefinisikan arkeologi sebagai satu bentuk kajian yang sistematik ke atas bahan-bahan purba bagi membentuk semula sejarah. Cottrell Leonard pula mendefinisikanarkeologi sebagai satu cerita mengenai manusia dengan merujuk kepada tinggalan seperti peralatan yang digunakan, monumen, rangka manusia dan segala yang terhasil dari inovasiyang diciptanya.


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/