Biaya Kuliah Naik, Mahasiswa Maluku di UIT Rela Jual Ginjal

Biaya Kuliah Naik, Mahasiswa Maluku di UIT Rela Jual Ginjal

Biaya Kuliah Naik, Mahasiswa Maluku di UIT Rela Jual Ginjal

Biaya Kuliah Naik, Mahasiswa Maluku di UIT Rela Jual Ginjal
Biaya Kuliah Naik, Mahasiswa Maluku di UIT Rela Jual Ginjal

Mahasiswa Maluku Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar yang tergabung

dalam Himpunan Mahasiswa Maluku Makassar, rela menjual ginjal menyikapi kenaikan biaya perkuliahan yang dinilai sangat memeras kalangan mahasiswa.

Hal ini disampaikan oleh Dani Wansaubun Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mahasiswa Indonesia Timur (UIT) dalam release yang diterima media ini, Rabu (4/5)/

Dijelaskan Wansaubun, UIT termasuk dalam kampus yang dinonaktifkan oleh Dikti, masalah baru yang muncul yaitu adanya surat keputusan yayasan tentang kenaikan biaya perkuliahan sebesar 75 persen.

“Kami juga merasa heran sebab sempat dinonaktifkan, kenaikan biaya perkuliahan sebesar 75 persen

, tentunya ini sangat memberatkan kami, jika mahal itu harus diimbangi oleh kualitas dan fasilitas tetapi realitas hari ini berbicara lain, katanya full ac tetapi nyatanya kipas angin itupun kipas angin sakit-sakitan, belum lagi status kampus yang membuat kami sangat cemas,” kata Wansaubun.

Kenaikan biaya perkuliahan di UIT Makassar tertera dalam surat keputusan (SK) No. 834/BP-YIT/III/2016 tertanggal 21 Maret 2016 yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan Indonesia Timur yang menuai polemik di Kalangan mahasiswa UIT.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Maluku (HIPMMAL) UIT Makassar yang juga Mahasiswa

FKM UIT, Joko Nigel Raubun menambahkan mahasiswa Maluku sudah tak sanggup lagi melanjutkan perkuliahan di UIT akibat adanya kenaikan biaya dan terkadang di beberapa media memberitakan setelah lulus nanti tak akan diserap oleh lapangan kerja karena status UIT yang belum akreditasi, kalaupun ada akreditasi hanya akreditasi jurusan itupun C.

“Kami berharap Bapak Gubernur Maluku untuk membeli ginjal kami demi membiayai perkuliahan kami disini,” kata Raubun.

Sementara itu, terkait kenaikan biaya kuliah, pihak Universitas Indonesia Timur belum berhasil dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan.

 

Sumber :

https://sorastudio.id/sejarah-jepang/