Bimbingan karir Studi di Perguruan Tinggi

Bimbingan karir Studi di Perguruan Tinggi

Bimbingan karir Studi di Perguruan Tinggi

Bimbingan karir Studi di Perguruan Tinggi

1. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi ditetapkan bahwa pendidikan tinggi adalah pendidikan pada jenjang lebih tinggi daripada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah (pasal 1).

Tujuan pendidikan tinggi

itu adalah, antara lain, menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian (pasal 2).

Maka pendidikan tinggi terdiri atas pendidikan akademik yang mengutamakan peningkatan mutu dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan, dan pendidikan profesional yang mengutamakan penerapan ilmu pengetahuan (pasal 4). Pendidikan akademik terutama diarahkan pada penguasaan suatu bidang ilmu hingga mahasiswa memahami dasar yang melandasi bidang ilmu yang digelutinya serta memiliki bekal pengetahuan yang lengkap dan bulat mengenai ilmu itu, misalnya seorang psikolog memahami ciri khas dari ilmu psikologi dibanding dengan ilmu yang lain dan dapat berbicara serta bertindak secara bertanggung jawab dalam persoalan tentang alam pikiran, alam perasaan dan perilaku seseorang.

Pendidikan profesional terutama diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu yang mungkin bersumber pada suatu bidang ilmu, tetapi mahasiswa lebih menggumuli segi penerapan ilmunya pada berbagai persoalan praktis di lapangan, misalnya peserta didik program studi Teknik Listrik berlatih untuk memasang aneka alat atau mesin yang menggunakan tenaga listrik sehingga berfungsi dengan baik dan tidak berbahaya bagi pemakai.

Satuan pendidikan

2. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi disebut “perguruan tinggi” (pasal 1), yang biasanya disingkat dengan huruf PT. Perguruan tinggi dapat berbentuk universitas, institusi, sekolah tinggi, akademi dan politeknik (pasal 4). Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut (pasal 6):

a. Universitas menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu. Universitas merupakan bentuk perguruan tinggi yang mempunyai program studi paling beragam, dari bidang eksakta (matematika, fisika, dsb.) sampai bidang non-eksakta (hukum, psikologi, sejarah, bahasa, dsb), yang dikelompokkan dalam sejumlah fakultas.

b. Institusi menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian yang sejenis. Institus juga mengenal fakultas, tetapi tidak sebanyak dan sedemikian bervariasi seperti di universitas. Pada umumnya semua fakultas berlandaskan ilmu sejenis, misalnya di Institut Pertanian Bogor. Namun kadang-kadang ada perkecualian seperti terjadi pada Institut Teknologi Bandung yang juga mengelola jurusan seni rupa.

c. Sekolah tinggi menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Bentuk perguruan tinggi ini menyelenggarakan hanya program studi dalam lingkup spesialisasi tertentu, misalnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi mengelola sejumlah program studi yang berkaitan dengan ilmu ekonomi; Sekolah Tinggi Seni mengelola beberapa program studi di bidang kesenian.

Baca juga: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/teks-proklamasi.html

d. Akademi menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian tertentu. Ada kemiripan dengan sekolah tinggi sejauh jurusan atau program studi yang dikelola jatuh dalam lingkup suatu spesialisasi, tetapi tidak disajikan pendidikan akademik. Misalnya Akademik Manajemen Indonesia hanya menawarkan Jurusan Manajemen Perusahaan dan Jurusan Manajemen Keuangan. Demikian pula Akademik Perikanan di Jepara menawarkan lima program studi di seputar bidang perikanan.

e. Politeknik menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Seperti pada akademi, mahasiswa lebih digembleng dalam hal keterampilan praktek kerja dana kemampuan untuk mandiri. Namun, porsi praktikum lebih besar dan peralatan diusahakan tersedia lengkap; jumlah mahasiswa pun diusahakan dibatasi agar pendampingan oleh tenaga pengampu seefektif mungkin. Politeknik merupakan bentuk perguruan tinggi yang paling baru dan masih berumur muda; sesuai dengan kebutuhan zaman iptek ini kebanyakan jurusan di politeknik menawarkan program studi di bidang teknik, seperti teknik mesin, teknik listrik, teknik elektronika dan teknik telekomunikasi. Pembinaan politeknik dalam jajaran perguruan tinggi negeri diserahkan kepada universitas atau institut negeri, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0313/0/1991.