2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Cara Budidaya Ikan Gurami
Cara Budidaya Ikan Gurami

Cara Budidaya Ikan Gurami

Cara Budidaya Ikan Gurami

Gurame adalah jenis ikan air tawar yg bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo & bagian perut berwarna kekuning-kuningan/ keperak-perakan. Di Indonesia “budidaya gurami” sudah menyebar dan masing daerah mempunyai nama tersendiri. Orang Jawa menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Namun orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yg besar sampai mencapai berat 5 kg.

Jenis gurami yg sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa, gurami jepun, blausafir, paris, bastar & porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurame jenis lain, porselen lebih unggul dlm menghasilkan telur. Jika induk bastar dlm tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu 10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sbg top of the pop, & paling banyak diunggulkan.

Syarat Lokasi Untuk Budidaya Ikan Gurami

Tanah yg baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tdk berporos & cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yg besar & tdk bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.

Kemiringan tanah yg baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan gurame dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 m dpl.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih & dasar kolam tdk berlumpur, tdk terlalu keruh & tdk tercemar bahan-bahan kimia beracun, & minyak/limbah pabrik.
Kolam dengan kedalaman 70-100 cm & sistem pengairannya yg mengalir sangat baik bagi pertumbuhan & perkembangan fisik ikan gurame. Untuk pemeliharaan secara tradisional pada kolam khusus, debit air yg diperkenankan adalah 3 liter/detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur, debit air yg ideal adalah antara 6-12 liter/detik.
Keasaman air (pH) yg baik adalah antara 6,5-8.
Suhu air yg baik.

Kolam Ikan Gurami

Jenis kolam yg umum dipergunakan dlm budidaya ikan gurame antara lain:

Kolam penyimpanan induk

Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dlm mempersiapkan kematangan telur & memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yg luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm & kepadatan kolam induk 20 ekor betina & 10 ekor jantan.

Kolam pemijahanIkan Gurami

Kolam berupa kolam tanah yg luasnya 200/300 meter persegi & kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting.

Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan Gurame

Luas kolam tdk lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dlm kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran

Kolam pembesaran berfungsi sbg tempat untuk memelihara & membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dlm pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tdk lebih dari 10 ekor/meter persegi.

Kolam/tempat pemberokan

Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan Adapun cara pembuatan kolam adalah sbg berikut:
Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m 2 ).
Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya 1 m & tingginya 1 m.
Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan & pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan & mengeluarkan air.
Mencangkul tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup, & air tdk keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.
Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk, memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m & dalamnya 15 cm.
Keringkanlah kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yg disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu, agar pupuk hancur & meresap ke tanah & membentuk lumut, serta menguji agar kolam tidask bocor. Tinggi air 0,75-1 m.

Sumber: https://www.kebun.co.id/