2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Dasar Falsafah Pendidikan Jasmani

Dasar Falsafah Pendidikan Jasmani

Ciri Unik Penjas

Pendidikan jasmani merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan umum. Lewat program penjas dapat diupayakan peranan pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu. Tanpa penjas, proses pendidikan di sekolah akan pincang. Sumbangan nyata pendidikan jasmani adalah untuk mengembangkan keterampilan (psikomotor). Karena itu posisi pendidikan jasmani menjadi unik, sebab berpeluang lebih banyak dari mata pelajaran lainnya untuk membina keterampilan. Hal ini sekaligus mengungkapkan kelebihan pendidikan jasmani dari pelajaran-pelajaran lainnya. Jika pelajaran lain lebih mementingkan perkembangan intelektual, maka melalui pendidikan jasmani terbina sekaligus aspek penalaran, sikap dan keterampilan.

Ada tiga hal penting yang bisa menjadi sumbangan unik dari pendidikan jasmani (Dauwer and Pangrazy, 1992), yaitu:

1)      Meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan siswa,

2)      Meningkatkan terkuasainya keterampilan fisik yang kaya, serta

3)      Meningkatkan pengertian siswa dalam prinsip-prinsip gerak serta bagaimana menerapkannya dalam praktek.

Dapat diuraikan bahwa arti pendidikan jasmani itu meliputi :

1)      Gerak badan, gerak badan ialah menggerakkan anggota tubuh baik sengaja atau tidak, biasanya untuk menyegarkan badan.

2)      Pendidikan Jasmani olahraga dan kesehatan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan ialah pendidikan yang bertitik tolak atau bertitik  pangkal pada jasmani. Dan manusia keseluruhan menjadi tujuan.

3)      Pendidikan Olahraga, pendidikan olahraga ialah mengolahraga melalui cabang olahraga.

3)

Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani

Ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dankesehatan untuk meliputi aspek – aspek sebagai berikut :

1)      Permainan dan olahraga meliputi : olahraga tradisional, permainaneksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non – lokomotor dan manifulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket,bola voli, tennis meja, tenis lapangan, bulu tangkis dan bela diri, sertaaktivitas lainnya.

2)      Aktivitas pengembangan meliputi : mekanika sikap tubuh, komponenkebugaran jasmani dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.

3)      Aktivitas senam meliputi : ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya.

4)      Aktivitas ritmik meliputi : gerak bebas, senam pagi, SKJ dan senam aerobic serta aktivitas lainnya.

5)      Aktivitas air meliputi : piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan,berkemah, menjelajah dan mendaki gunung.

6)      Pendidikan luar kelas, meliputi : pengenalan lingkungan, berkemah,menjelajah dan mendaki gunung.

7)      Kesehatan meliputi : penanaman budaya hidup sehat dalam lingkungan sehari – hari, khususnya yang terkait dengan perawatantubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera,mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS, aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.

Sumber: https://multiply.co.id/