2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Fungsi sastra anak-anak dalam pengebangan keberwacanaan

Fungsi sastra anak-anak dalam pengebangan keberwacanaan

Pada bagian awal tulisan ini dikemukakan bahwa keberwacanaan mengacu pada kemampuan membaca dan menulis. Terkait dengan dua kemampuan inilah fungsi sastra anak-anak dalam pengembangan keberwacanaan dijelaskan dengan memanfaatkan informasi (Huck, 1987: 15-16) menyimak cerita dapat memperkenalkan anak pada pola-pola bahasa dan mengembangkan kosakata serta maknanya, peran membaca juga cukup signifikan dalam pengembangan menulis[3].

Smith mengatakan pengembangan komposisi dalam menulis tidak dapat dikembangkan dalam menulis saja tetapi menuntut aktifitas membaca dan kegemaran membaca. Hanya dari bahasa tulis orang lain anak-anak dapat mengamati dan memahami konvesi serta gagasan secara bersama-sama (Huck, 1987)[4].

  1. Sastra Sebagai Landasan Pengembangan Membaca

Program pembelajaran sastra yang berlandaskan sastra menggunakan berbagai pendekatan dan strategi untuk membentuk keterampilan berbahasa. Pembelajaran bersifat terpadu yang sudah diterapkan dalam situasi kelas yang bagaimanapun. Jadwal membaca tiap hari dapat digambarkan dengan cara, yaitu waktu dua jam dipandang sudah sesuai karena keterampilan berkomunikasi dalam bidang membaca, menulis, menyimak dan berbicara diajarkan secara terpadu.

Adapun kegiatan membaca sastra dapat dilakukan dengan cara:

  1. Kegiatan Teraran

Guru memerlukan waktu khusus untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan tertentu kepada kelompok anak atau seluruh anak di kelas. Dalam keseluruhan program pembelajaran bahasa kegiatan terarah kadang-kadang berwujud pembelajaran strategi membaca. Misalnya murid menanggapi ilustrasi cerita, membuat ilustrasi hasil karya sastra sendiri, mendemonstrasikan peristiwa dan sebagainya.

sumber :

https://www.kakakpintar.id/picsart-pro/