2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Fungsi Sitoskeleton
Fungsi Sitoskeleton

Fungsi Sitoskeleton

Fungsi Sitoskeleton

  1. Memberi bentuk dan mempertahankan struktur sel

Peran sitoskeleton sangat diperlukan, seperti pada sel hewan yang tidak memiliki dinding sel. Sitoskeleton distabilkan oleh keseimbangan antara gaya-gaya yang berlawanan yang dikerahkan oleh unsur-unsurnya.


  1. Penempatan berbagai organel dalam sel

Fungsinya dapat dibayangkan seperti rangka hewan secara umumnya, sitoskeleton merupakan  tempat bergantung banyak organel bahkan molekul enzim sitosol. Namun, sitoskeleton lebih dinamis dari pada rangka hewan. Sitoskeleton dapat secara cepat dibongkar pasang atau disusun di tempat baru, yang mengubah bentuk sel tersebut.


  1. Motilitas sel

Sitoskeleton adalah suatu jalinan yang dinamis yang dapat berubah bentuk dan akibatnya adalah gerakan sel. Motilitas   ( gerak ) sel mencakup perubahan tempat sel maupun pergerakan bagian sel yang lebih terbatas. Motilitas sel membutuhkan interaksi sitoskeleton dengan protein yang disebut molekul motor.


  1. Pergerakan materi-materi dan organel dalam sel

Molekul motor dapat melekat pada reseptor organel, membuat organel tersebut bisa “berjalan” di sepanjang mikrotubula sitoskeletonnya. Seperti vesikula, yang mengandung neurotransmiter berpindah ke ujung akson, pemanjangan sel saraf yang melepas molekul transmiter  sebagai sinyal kimiawi ke sel saraf sebelahnya.


  1. Pengaturan aktivitas biokimiawi dalam sel

Sitoskeleton dapat mengahantarkan gaya mekanis dari permukaan sel ke bagiaan dalamnya, bahkan keserabut lain, kedalam nukleus. Seperti, terjadi pengaturan ulang secara spontan susunan nukleoli dan struktur lain dalam nukleus.


Baca Juga :