Gaya Bahasa Pertautan dan Gaya Perulangan

Gaya Bahasa Pertautan dan Gaya Perulangan

Gaya Bahasa Pertautan dan Gaya Perulangan

Gaya Bahasa Pertautan dan Gaya Perulangan
Gaya Bahasa Pertautan dan Gaya Perulangan

Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Gaya bahasa juga merupakan sarana strategis yang banyak digunakan oleh para penyair untuk mengungkapkan pengalaman jiwa kedalam karya-karyanya. Gaya bahasa  atau majas pada umumnya  dikelompokkan menjadi beberapa bagian.

Gaya Bahasa Pertautan

a. Metonimia

Jenis gaya bahasa yang mempergunakan sesuatu yang lain berkaitan erat dengannya. Dalam metonomia sesuatu barang disebutkan tetapi yang dimaksud dengan barang yang lain.

Contoh: Ia naik honda ke kantor

b. Alusio

Berbeda dengan alegori, alusio merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan  perbandingan dengan menggunakan ungkapan atau pribahasa yang sudah lazim.

Contoh: Sejak tadi aku perhatikan, pekerjaanmu hanya menggantang asap saja 

c. Sinekdoke

Ialah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, atau sebaliknya. Contoh:

  • Setiap tahun semakin banyak mulut yang harus diberi makan di tanah air kita
  • Pasanglah telinga baik-baik dalam menghadapi masalah itu

d. Alusi

Atau kilatan adalah gaya bahasa yang menunjukkan secara tidak langsung kesuatu peristiwa atau tokoh berdasarkan peranggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang dan pembaca serta adanya kemampuan para pembaca untuk menangkap pengacuan itu. Contoh:

Saya ngeri membayangkan kembali peristiwa yang mengenaskan dalam kebakaran mobil anak sekolah.

Gaya Bahasa Perulangan

a. Aliterasi

Adalah jenis gaya bahasa yang memanfaatkan pemakain kata-kata yang permulaannya sama bunyi (Taringan 1985:197). Contoh:

  • dara damba daku
  • datang dari danau
  • duga dua duka
  • diam didiriku

b. Asonansi

Gaya bahasa repetisi yang berwujud perulangan vokal yang sama. Contoh:

Muka muda mudah muram
Tiada siaga tiada bisa
Jaga harga tahan raga

c. Simploke

Merupakan gaya bahasa repitisi yang berupa perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut. Contoh:

  • Kau katakan aku wanita pelacur, aku katakan biarlah
  • Kau katakan aku wanita mesum, aku katakan biarlah.

Baca juga: