Gedung Sekolah SD Dibakar OTK, Anak Buah Prabowo di DPR Bilang Gini

Gedung Sekolah SD Dibakar OTK, Anak Buah Prabowo di DPR Bilang Gini

Gedung Sekolah SD Dibakar OTK, Anak Buah Prabowo di DPR Bilang Gini

Gedung Sekolah SD Dibakar OTK, Anak Buah Prabowo di DPR Bilang Gini
Gedung Sekolah SD Dibakar OTK, Anak Buah Prabowo di DPR Bilang Gini

Aksi pembakaran sekolah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng)

oleh oknum tidak dikenal menuai kecaman. Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra, perbuatan itu sangat keji dan tidak bertanggung jawab.

“Kita tentu kecewa mendengarnya. Kami menyesalkan dan mengutuk perbuatan keji yang tidak berprikemanusiaan terhadap sendi-sendi pendidikan,” ujar Sutan Adil saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (1/8).

Menurut Sutan Adil, jika sudah menyangkut sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di tengah kesulitan anggaran negara, perbuatan tersebut tidak bisa ditoleransi.

“Kita minta penegak hukum harus segera menangkap dan memproses

pelaku agar jangan kejadian ini terulang di daerah lain,” tegas Adil.

Pembakaran sekolah kata dia, berdampak pada menurunkan mutu pendidikan. “Apalagi anggaran defisit. begitu dirusak, ini mau menghancurkan SDM bangsa terutama di Palangka Raya,” sambungnya.

Karena itu, Adil berharap supaya pelaku pembakaran sekolah itu diberi hukuman seberat-beratnya. Apapun alasannya, karena dia telah merenggut hak anak Indonesia dalam mendapatkan pendidikan yang layak,

“Tentu harus dihukum seberat-beratnya agar tidak terulang lagi,”

pungkas politikus Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, teror pendidikan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah belum kunjung reda. Sudah hampir 10 unit gedung sekolah yang terbakar dalam beberapa pekan terakhir.

Orang tua murid dan guru pun tidak bisa tenang melihat tempat belajar buah hatinya satu per satu mengalami kebakaran. Mengantisipasi tidak terjadi hal serupa di sekolah lain, wali murid dan para guru pun memilih untuk berjaga malam.

 

Sumber :

http://www.thebaynet.com/profile/ojelhtcmandiri