2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Indonesia tiga besar negara korban malware mobile pada 2017

Indonesia tiga besar negara korban malware mobile pada 2017

Indonesia tiga besar negara korban malware mobile pada 2017

Salah satu jenis malware mobile teratas di tahun 2016, Trojan Mobile Advertising, di tahun 2017 mengalami penurunan. Namun, Indonesia masuk tiga negara teratas yang diserang oleh malware mobile tersebut.

Menurut laporan tahunan “Malware Evolution Mobile” Kasperksy Lab, Indonesia berada di posisi ketiga setelah Iran dan Bangladesh.

‚ÄúLanskap ancaman mobile jelas berbanding lurus dengan apa yang terjadi di pasar mobile global. Saat ini, Trojan Mobile Advertising yang mengeksploitasi hak root memang sedang menurun, tetapi jika versi terbaru Android firmware menjadi rentan, maka akan muncul peluang baru dan kami akan melihat pertumbuhannya kembali,” ujar Roman Unuchek, Ahli Keamanan di Kaspersky Lab, dalam keterangan tertulisnya.

Jenis ancaman Trojan Mobile Advertising menginfeksi pengguna secara agresif, tetapi teknik yang mereka gunakan juga terus dimodifikasi selama 12 bulan terakhir.

Beberapa jenis Trojan mulai menggunakan skema monetisasi yang melibatkan layanan SMS

berbayar dan WAP-billing untuk dapat terus mempertahankan dan meningkatkan keuntungan.

Program jahat yang menyalahgunakan hak super-user menjadi ancaman mobile terbesar selama beberapa tahun terakhir ini, dan mungkin salah satu yang paling kuat.

Dengan hak untuk melakukan root, membuat Trojan memiliki kemampuan untuk secara diam-diam menginstal berbagai aplikasi, serta membombardir perangkat yang terinfeksi dengan iklan dengan tujuan membatasi atau bahkan menghalangi penggunaan lebih lanjut dari smartphone.

Berdasarkan pengamatan para ahli dari Kaspersky Lab, jumlah keseluruhan

Trojan Mobile Advertising yang mengeksploitasi hak super-user menurun pada tahun 2017, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal ini dipicu oleh penurunan secara keseluruhan jumlah perangkat mobile yang menjalankan versi lama dari Android, yang merupakan target utama Trojan, terutama karena kerentanan umum yang mereka eksploitasi biasanya ditambal dalam versi sistem operasi yang baru.

Menurut data Kaspersky Lab, persentase pengguna dengan perangkat

yang menjalankan Android 5.0 atau yang lebih lama menurun dari lebih dari 85 persen pada tahun 2016 menjadi 57 persen pada tahun 2017.

 

Baca Juga :