2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Isi dan Inti Pembicaraan

Isi dan Inti Pembicaraan

Inti pembicaraan merupakan bagian pokok dalam pembicaraan bagian ini merupakan tujuan dari pembicaraan dalam bagian inilah rincian permasalahan akan di bahas.
Isi pembicaraan dapat di sampaikan secara lengkap dengan sistematika dan tidak berkepanjangan atau bertele-tele. Pembicaraan harus konsisten dengan inti permasalahan. Pembicaraan tidak boleh merasambat kehal-hal di luar permasalahan yang dibicarakan, terkecuali jika hal itu di ambil sekedar sebagai referensi atau sebagai loncatan berfikir itupun di batasi dan di jaga jangan samapai berkembang lebih jauh. Untuk lebih memfokuskan perhatian pendengar dapat di bantu dengan presentasi yang menggunakan alat Audio, Visual atau Audio Visual.
1. Misi pembicaraan
Pembukaan di pengaruhi oleh misi pembicaraan yang dimaksudkan dengan misi pembicaraan di sini adalah tujuan pertemuan atau pembicaraan dan tugas yang di bebankan kepada isi pembicaraan untuk di sampaikan kepada hadirin.

2. Sifat pembicaraan

Pembukaan di pengaruhi oleh sifat apakah resmi, atau tidak sama sekali. Pembukaan di depan forum resmi, misalnya pertemuan atau rapat Dinas yang di hadiri oleh pejabat kantor bersangkutan dan para pejabat pemerintah. Sifatnya sangat formal yang biasanya akan mengikuti tatanan yang benar-benar mencerminkan keseriusan dari acaranya. Pembicaraan atau pidato dapat di sisiplin dengan sedikit humor, dan bisa di lakukan dengan santai tapi dengan tidak menghilangkan keseriusan acara.
3. Lawan Bicara
Lawan bicara turut menentukan pembukaan pembicaraan, lawan bicara atau pendengar bisa di kategorikan dalam dua bagian yaitu kelompok atau perseorangan. Pembicaraan dengan perseorangan atau seseorang, pembukaan biasa di warnai dengan gaya yang sifatnya kekeluargaan, apalagi keduanya sudah akrab. Namun apabila pembicaraan dengan lawan bicara belum akran benar maka pembukaan di sampaikan seperlunya hingga di rasa suasana sudah hangat. Kemudian kita masuk ke masalah inti yang akan di sampaikan.
4. Teknik Penyajian
a. Kemampuan menggunakan bahasa lisan, dalam hal ini seseorang pembicara hendaknya memiliki kemapuan tata bahasa yang baik, jelas dan tidak cadel.
b. Ekspresi yang menarik misalnya, tidak cemberut, tidak pucat, tidak marah, dan sebagainya. Ekspresi dalam berbicara sangat penting untuk memikat minar dengar atau rasa ingin tahu dari pendengar.
c. Stresing yaitu kemampuan seseorang pembicara untuk memberikan penekanan pada masalah. Masalah inti atau penting di dalam pembicaraan, misalnya dengan pengulangan-pengulangan yang perlunya, atau dengan misalnya penekanan-penekanan tertentu dalam nada pembicaraan.
d. Kemampuan dalam memberikan refresing dengan menyeupkan intermezzo yaitu dengan menyelingi pembicaraan dengan hal-hal lain yang berhubungan yang mengandung kelucuan, baik itu pengalaman sendiri atau sebuah anekdut, dengan tidak mengurangi nilai pembicaraan.

Sumber :

https://fgth.uk/