2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Jenis Nafsu Dalam Islam

Jenis Nafsu Dalam Islam

Jenis Nafsu Dalam Islam

Nafsu terbagi menjadi 8 kategori :

1. Nafsul Amarah

Adalah jiwa yang belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, belum memperoleh tuntunan, belum menentukan mana yang manfaat dan mana yang mafsadat, tetapi kebanyakan menjurus ke hal-hal yang tidak baik. menimbulkan tindakan khianat dengan segala akibat-akibatnya yang tidak patut dipuji. enggan menerima gagasan, nasehat dan saran. gembira menerima bisikan dan godaan dari setan, yang menunjukkan jalan dosa. Semua yang bertentangan dengan keinginannya adalah musuhnya, dan yang sejalan dengannya adalah sahabatnya.

2. Nafsul Lawwamah

Adalah jiwa yang telah mempunyai rasa insaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran. Ia tidak berani melakukan secara terang-terangan dan tidak pula mencari cara kegelapan mencari cara kegelapan melakukan sesuatu, karena telah sadar akibat perkerjaannya. Sayang sekali ia belum mampu dan kuat mengekang nafsu yang jahat, oleh karena itu ia masih selalu dekat pada kemaksiatan. Setelah ia mengerjakan maksiat, ia baru menyadari kesalahannya, dia menyesal dan mengharap agar kejahatannya jangan terulang lagi dan semoga perbuatan maksiatnya diampuni. Dalam dirinya telah tumbuh bibit pikiran dan benih perasaan.

3. Nafsul Musawwalah

Adalah jiwa yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Walaupun baginya mengerjakan yang baik itu sama halnya dengan mengerjakan yang buruk. Ia mengerjakan hal yang buruk, semisal maksiat dengan sembunyi-sembunyi, karena dia telah mempunyai sifat malu ketika mengerjakan maksiat. Ia malu bila orang lain melihatnya berbuat maksiat. Posisinya masih dekat terhadap kejahatan daripada kebaikan. Ia sudah mulai bisa bertanya kepada akalnya sebelum dia bertindak. Dia selalu berpikir bagaimana agar tindakannya yang jahat tidak diketahui oleh orang lain.

4. Nafsul Muthmainnah

Adalah jiwa yang telah mendapat tuntunan dan pemeliharaan yang baik. Ia mendatangkan ketenangan jiwa, melahirkan sikap dan perbuatan yang baik, membentengi serangan kejahatan, memukul mundur musuh kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin, mendorong jiwa untuk melakukan kebaikan serta menghambatnya untuk melakukan kejelekan. Di dalamnya menjelma segala maslahat pribadi dan kepentingan kolektifnya.

5. Nafsul Mulhamah

Adalah jiwa yang memperoleh ilham dari Allah subhanahu wa ta’ala, dikaruniai ilmu pengetahuan, dihiasi oleh akhlakul mahmudah. Ia merupakan sumber sabar, syukur, tabah dan ulet.

6. Nafsul Raadliyah

Adalah jiwa yang ridha kepada Allah, mempunyai status yang baik dalam kesejahteraan, mensyukuri nikmat, qona’ah dan merasa cukup atas apa-apa yang telah di dapatkannya di dunia.

7. Nafsul Mardliyah

Adalah jiwa yang diridhai Allah, keridhaannya dapat terlihat pada anugerah yang diberikan-Nya berupa, senantiasa berdzikir, ikhlas, mempunyai kemuliaan di sisi-Nya.

8. Nafsul Kaamilah

Adalah jiwa yang telah sempurna bentuk dasarnya, sudah dianggap cakap untuk mengerjakan irsyaad dan menyempurnakan ikmal terhadap hamba Allah, dia digelari Mursyid atau Mukammil.

Sumber: wfdesigngroup