2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Kakteristik Rumput Gajah

Kakteristik Rumput Gajah

Rumput gajah (pennicetum purureum) atau rumput napier  merupakan jenis hijauan pakan ternak yang mempunyai kualitas tinggi dan disukai oleh ternak (Rianto dan Purbowati, 2010). Karatteristik dari rumput ini yaitu tumbuh tinggi, kuat, perakaran dalam, berkembang dengan rhizome, batang dan daun bagian permukaan atas berbulu dan bunga berwarna kunig atau coklat. Rumput Gajah adalah salah satu jenis rumput unggul yang sekarang banyak ditanam oleh para peternak, rumput ini memiliki kandungan bahan kering (BK) 21%, protein kasar (PK) 9,6%, lemak kasar (LK) 1,9%, Total Digestible Nutrients(TDN) 52,4% (SIREGAR, 2003 dalam Rianto et al., 2007).

2.2 Proses Pembuatan Hay

            Hay merupakan hijauan berupa daunan jenis rumputan atau bijian yang sengaja dipanen menjelang berbunga yang dikeringkan baik dengan cara diangin-anginkan maupun dengan cara dikeringkan dengan panas matahari secara langsung. Hay merupakan  hijauan makanan ternak   yang sengaja dipotong dan dikeringkan agar bisa diberikan kepada ternak pada  kesempatan yang lain. Tujuan dari pembuatan hay ini yaitu hay adalah untuk mengurangi tingkat kandungan air dari hijauan hingga pada suatu level dimana menghambat aksi dari enzim-enzim baik yang dihasilkan oleh tanaman maupun mikrobial (Mc Donald et al., 2002 dalam Mansyur et al., 2007), untuk dapat menyediakan hijauan pakan untuk ternak pada saat-saat tertentu, seperti  dimasa paceklik atau musim kemarau, untuk dapat memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan terbaik tetapi pada saat itu belum dimanfaatkan.

Sedangkan prinsip dari proses pembuatan hay ini adalah menurunkan kadar air menjadi 15-20%  dalam waktu yang singkat, baik dengan panas matahari ataupun panas buatan.  Menurut Yulianto dan Saparinto (2010) bahwa  proses pembuatan hay yaitu pertama menyiapkan hijauan pakan (rumput gajah) yang kemudian memotong- motongnya baik dengan cara manual dengan pisau atau sabit maupun dengan menggunakan mesin pencacah rumput dan dilakukan penimbangan untuk mengetahui kadar airnya, kemudian jemur hijauan dibawah sinar atahari selama  1-2 hari agar kadar air menjadi 20-25% dan perlu dilakukan penimbangan setiap 5 jam untuk mengetahui kadar airnya.

Jika pengeringan sudah merata selanjutnya hijauan diikat dan hay disimpan digudang. Ciri-ciri hay yang baik adalah warna hijau kekuningan, tidak banyak daun yang rusak, bentuk daun masih utuh atau jelas dan tidak kotor atau berjamur, serta tidak mudah patah bila batang dilipat dengan tangan (Subekti, 2009).

Sumber :

https://poekickstarter.com/turbulensi-udara-mulai-meningkat-tiga-kali-lipat-karena-perubahan-iklim/