Kepemimpinan dan Keperwiraan Salahuddin al-Ayyubi

Kepemimpinan dan Keperwiraan Salahuddin al-Ayyubi

Kepemimpinan dan Keperwiraan Salahuddin al-Ayyubi

Kepemimpinan dan Keperwiraan Salahuddin al-Ayyubi
Kepemimpinan dan Keperwiraan Salahuddin al-Ayyubi

Kepemimpinan

Salahuddin merupakan salah seorang sultan yang memiliki kemampuan memimpin yang luar biasa. Ia mengangkat orang-orang cerdas dan terdidik sebagai pembantunya (wazir), seperti Al-Qadi al-Fadil dan Al-Katib al-Isfahani, termasuk sekretaris pribadinya bernama Burhanuddin bin Sayyad, yang kemudian dikenal sebagai penulis biografinya.

Salahuddin al-Ayyubi juga tidak membuat kekuasaan menjadi terpusat di Mesir. Ia membagi wilayah kekuasaannya kepada saudara dan keturunannya. Di masanya lahir beberapa kesultanan kecil Dinasti Ayyubiah seperti Mesir, Damaskus, Aleppo, Hamah, Homs, Mayyafaiqin, Sinjar, Kayfa, Yaman, dan Kerak.

Selain itu, Salahuddin dianggap sebagai tokoh pembaru di Mesir karena dapat mengembalikannya ke mazhab Sunni. Khalifah Al-Mustadi dari Dinasti Abbasiyah pernah memberi gelar Al-Mu’izzli Amirul-Mu’minin (penguasa yang mulia) karena keberhasilannya itu. Al-Mustadi juga menyerahkan Mesir, Naubah, Yaman, Tripoli, Suriah, dan Magrib sebagai wilayah kekuasaan Salahuddin pada tahun 1175 M. Semenjak saat itulah ia dianggap sebagai Sultan al-Islam wa al-Muslimin (pemimpin umat Islam dan kaum Muslimin).

Keperwiraan

Salahuddin al-Ayyubi dikenal sebagai perwira militer yang memiliki kecerdasan tinggi. Pada masa pemerintahannya, kekuatan militer Dinasti Ayyubiah terkenal sangat tangguh, diperkuat pula oleh pasukan Barbar di Turki dan Afrika. Ia membangun tembok kota di Kairo dan bukit muqattan sebagai benteng pertahanan bernama Qal’atul Jabal yang di bangunnya pada tahun 1183 M di Kairo.

Kehidupan Salahuddin al-Ayyubi penuh dengan perjuangan menunaikan tugas negara dan agama. Perang yang dilakukannya sepenuhnya bertujuan membela negara dan agama. Ia merupakan seorang kesatria dan memiliki jiwa toleransi yang tinggi. Ketika menguasai Iskandariyah, Salahuddin tetap mengunjungi orang-orang Kristen. Pada saat perdamaian tercapai dengan tentara Salib, ia mengijinkan orang Kristen berziarah ke Baitul Makdis.

Khalifah

Sebagai khalifah pertama Diasati Ayyubiah, Salahuddin berusaha menyatukan seluruh provinsi Arab, terutama di Mesir dan Syam di bawah satu kekuasaan. Namun usahanya ini banyak mendapat tantangan dari penguasa yang merasa kedudukannya terancam karena kepemimpinan Salahuddin. Untuk menghadapi  hal tersebut, ia melakukan berbagai upaya antara lain:

  • Memadamkan pemberontakan oleh Hajib, orang yang paling dituakan dalam keluarga Al-Adid (khalifah terakhir Dinasti Fatimiyyah), sekaligus perluasan wilayah Mesir sampai ke selatan Nubiah (586 H/1173 M);
  • Perluasan wilayah Dinasti Ayyubiah ke Yaman (569 H/1173 M);
  • Perluasan wilayah Dinasti Ayyubiah ke Damaskus dan Mosul (570 H/1175);

Usaha-usaha yang dilakukan Salahuddin tersebut menuai hasil yang gemilang. Ia mampu menyatukan Mesir, Suriah, Nubah, Yaman, Tripoli, dan wilayah lainnya di bawah komando Ayyubiah. Tujuannya agar persatuan umat Islam menjadi kuat dalam melawan gempuran tentara Salib.

Perang Salib

Perang Salib yang terjadi pada masa Salahuddin merupakan Perang Salib periode kedua. Perang tersebut berlangsung sekitar tahun 1144 hingga 1192 M. Periode ini disebut juga periode reaksi umat Islam. Tujuan utamanya adalah membebaskan kembali Baitul Maqdis (Al-Aqsa). Peristiwa perang terpenting yang telah dilalui oleh Salahuddin al-Ayyubi antara lain:
  • Pertempuran Safuriyah (583 H/1187 M);
  • Pertempuran Hittin (bulan juli 583 H/1187) M);
  • Pembebasan Al-Quds/Baitul Maqdis (27 Rajab 583 H/1187 M).

Kehadiran Salahuddin dalam perang Salib merupakan anugerah. Strategi yang dikembangkannya mampu menyatukan umat Islam dalam membela agamanya. Salahuddin dapat disebut sebagai pahlawan besar bagi umat Islam. Kecintaannya terhadap agama dan umat begitu tulus. Hampir seluruh kehidupannya dikorbankan untuk menegakkan kedaulatan negara dan umat Islam.

Keperwiraan Salahuddin terukir dalam sejarah, tidak hanya diakui oleh kaum Muslimin tetapi juga oleh umat kristen. Demikianlah biografi singkat Salahuddin Al-Ayyubi, semoga bermamfaat. Aminn.