2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Kerajinan Tangan Tenun Songket Sukarare dan Analisisnya

Kerajinan Tangan Tenun Songket Sukarare dan Analisisnya

  1. Latar Belakang

Desa Sukarare merupakan suatu desa kecil yang menjadi salah satu pusat kerajian tenun tradisional atau songket yang terletak di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Nusa Tenggara Barat. Desa sukarara banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara dan menjadi tempat jual-beli atau oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut. Lokasi Desa Sukarare ini sekitar 25 Km dari kota Mataram atau sekitar 30 menit perjalanan. Penduduk perempuan yang ada di Desa Sukarare, mayoritas bekerja sebagai penenun songket. Untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tenun tradisional yang diwarisi nenek moyang mereka, para perempuan di Desa Sukarare ini diwajibkan untuk belajar menenun bahkan sejak masih usia anak-anak. Para orang tua mereka mewariskannya dan mengajarkanyya kepada anak-anak kurang lebih mulai umur 9 tahun atau sedang menginjak bangku perkuliahan kelas 3 SD.

Sukarare ini memiliki ciri khas tersendiri dengan motif yang berbeda dengan kain-kain tenun lainnya yang ada di Indonesia. Tangan-tagan perempuan yang sangat terampil dan menghasilkan hasil karya kain tenun yang bagus dan artistik yang memiliki desain ekslusif. Dengan ciri khas khusus dan desain tradisional yang menggambarkan gaya hidup kuno pulau Lombok dengan motif rumah adat dan lumbung serta motif tokek, masih mereka pertahankan hingga saat ini. Walaupun hanya dengan menggunakan alat tenun tradisional yang sangat sederhana, namun hasil tenun dari Desa Sukarara ini memiliki kualitas yang baik dan mengagumkan.

Bahan baku yang mereka gunakan adalah benang katun, serat pisang, serat kayu, sutera, sutera emas dan benang sutera perak. Sedangkan untuk bahan pewarna yang mereka gunakan adalah dari bahan pewarna alami. Seperti warna coklat kemerahan dari pohon mahoni, warna coklat muda dari batang jati, warna coklat tanah dari biji asam, warna coklat tua dari batang pisang busuk, dan warna ungu dari kulit manggis dan anggur.

Dalam pembuatan kain songket memerlukan waktu yang cukup lama, kurang lebih 3 bulan waktu pengerjaan dengan mendapatkan 3 cm dengan lebar kurang lebih 1 m per hari. Tingkat kesulitan motif yang mereka tentukan dalam menenun kain tersebut menjadi faktor utama yang menjadikan harga kain tersebut memiliki harga yang lumayan mahal.

Adapun jenis-jenis motif yang biasa dibuat oleh warga desa sukararere diantaranya adalah:

  1. Subhanale (Subhanallah)
  2. Keker (Merak)
  3. Kecubung
  4. Krital
  5. Cungkit
  6. Petak
  7. Rang-rang
  8. Kedie
  9. Enggok
  10. Wayang
  1. Analisis

Pelaksanaan KKL di kerajinan tangan tenun songket sudah bagus dan juga dilanjutkan kunjungan ke koperasi dimana kain-kain yag dibuat oleh warga desa sukarare diijual. Kita mengetahui bagaimana cara memproduksi suatu produk (kain) untuk di jadikan bahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun yang sangatdisayagkan bagaimana kperasi yang berada di desa suarare “Sukarare Tenun Cooverative” kurang begitu terstruktur cara pendistribusianya. Dengan hanya mengandalkan tempat, mereka mengupulkan kain-kain hasil songket dan menunggu wisatawan dari mancanegara yang membeli di koperasi tersebut. alangah lebih baiknya jika koperasi tersebut lebih diekemas dan dikembangkan lagi agar pendistribusian kain tersebut bisa lebih rapih dan kain tenun songket bisa lebih mudah di jumpai oleh masyarakat umum.

baca juga :

Arsip