2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Kominfo identifikasi 86 hoaks virus corona

Kominfo identifikasi 86 hoaks virus corona

Kominfo identifikasi 86 hoaks virus corona

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan sebanyak 86 disinformasi dan kabar bohong (hoaks) terkait virus corona yang berhasil diidentifikasi dan divalidasi menggunakan mesin sensor konten negatif AIS, hingga Rabu ini.

Identifikasi atas beredarnya hoaks virus corona dilakukan sejak 23 Januari 2020

, di mana ditemukan pesan berantai yang disebarkan melalui media sosial dan platform pesan instan.

”Rata-rata temuan hoaks terkait virus Corona yang diidentifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo terdapat 4 hingga 6 hoaks setiap harinya,” ujar Kemeterian Kominfo dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hasil temuan hoaks, disinformasi dan kabar bohong terkait virus corona tersebar di beberapa daerah di Tanah Air seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Jember, Jombang dan Tulungagung, Makassar, Medan, Palembang, Tarakan, Pontianak, Lombok hingga Banda Aceh.

Beragam jenis hoaks yang disebarkan misalnya, pasien terinfeksi virus corona

di RS maupun tersebar lewat bandara dan tempat-tempat umum.

Baca juga: Disinformasi, serangan virus corona masuk dari 19 bandara di Indonesia

Baca juga: Cek fakta: Xi Jinping minta umat Islam berdoa untuk China

Contoh hoaks yang ditemukan pada Selasa (11/2), misalnya, beredar di media sosial Facebook yang menyebutkan ada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok ditemukan meninggal dunia karena virus corona di pembangunan proyek Apartemen Meikarta, Cikarang Selatan.

Hal tersebut dibantah oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan

yang mengatakan bahwa, TKA Tiongkok yang meninggal disebabkan karena faktor kecelakaan kerja, bukan karena virus corona.

Sebelumnya, Kementerian Kominfo telah melakukan konferensi pers terkait hoaks virus corona pada Senin (3/2), yang mengungkapkan sebanyak 54 informasi hoaks, disinformasi dan kabar bohong tersebar melalui media sosial dan platform pesan instan.

 

sumber :

https://pendidikan.co.id/seva-mobil-bekas/