Macam Teknik Sampling

Macam Teknik Sampling

Macam Teknik Sampling

Macam Teknik Sampling
Macam Teknik Sampling

Macam-Macam Teknik Sampling Menurut Prof. Sukardi , Ph.D.

dalam Buku Metodologi Penelitian Pendidikan

Batasan lain yang sering mncul dalam proses penelitian, yaitu teknik memilih sampel. Menentukan teknik mengambil sampel ini dilakukan, setelah ketentuan besarnya responden yang digunakan sebagai sampel telah diperoleh. Memilih sampel, dalam suatu penelitian erat kaitannya dengan manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dengan menggunakan teori probabilitas dan secara non-probabilitas. Pada penelitian kuantitatif, memilih sampel dengan cara probablitias adalah sangat dianjurkan. Karena prinsip objektivitas antara peneliti dengan yang diteliti masih dapat dijamin.

 

Memilih Sampel Dengan Teknik Probabilitas.

Ada empat macam teknik pengambilan sampel yang termasuk dalam teknik pengambilan sampel dengan probabilitas sampling. Keempat teknik tersebut, yaitu cara acak, stratifikasi, klaster dan sistematis.
1. Sampling Acak
Ada beberapa nama untuk menyebutkan teknik pemilihan sampling ini. Nama tersebut termasuk diantaranya: random sampling atau teknik acak. Apa pun namanya teknik ini sangat populer dan banyak dianjurkan penggunaannya dalam proses penelitian. Pada teknik acak ini, secara teoritis, semua anggota dalam populasi mempunyai probabilitas atau kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Untuk mendapat responden yang hendak dijasikan sampel, satu hal penting yang harus diketahui oleh para peneliti adalah bahwa perlunya bagi peneliti untuk menngetahui jumlah responden yang ada dalam populasi.
Teknik memilih secara acak dapat dilakukan baik dengan manual ata tradisional maupun dengan menggunakan table random.

a. Cara Tradisional.

Cara ini dapat dilakuakn dengan langkah-langkah berikut :
1. Tentukan jumlah populasi yang dapat ditemui.
2. Daftar semua anggota dalam populasi, masukkan dalam kotak yang diberi lubang penarikan.
3. Kocok kotak tersebut dan keluarkan lewat lubang pengeluarannya yang telah dibuat.
4. Nomor anggota yang keluar adalah mereka yang ditunjuk sebagai sampel penelitian.
5. Lakukan terus menerus sampai jumlah yang diinginkan dapat dicapai.

b. Menggunakan tabel acak

Proses pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan table yang dihasilkan komputer dan telah diakui manfaatnya dalam teori penelitian. Tabel tersebut umumnya terdiri dari kolom dan angka lima digit yang telah secara acak dihasilkan oleh komputer. Dengan menggunakan tabel tersebut, angka-angka yang ada digunakan untuk memilih sampel dengan langkah sebagai berikut :
1. Identifikasi jumlah totall populasi.
2. Tentukan jumlah sampel yang diinginkan.
3. Daftar semua anggota yang masuk sebagai populasi.
4. Berikan semua anggota dengan nomor kode yang diminta, misalnya : 000-299 untuk populasi yang berjumlah 300 orang, atau 00-99 untuk jumlah populasi 100 orang.
5. Pilih secara acak (misalnya tutup mata) dengan menggunakan penunjuk pada angka yang ada dalam tabel.
6. Pada angka-angka yang terpilih, lihat hanya angka yang digit yang dipilih. Jika populasi 500 maka hanya 3 digit dari akhir saja. Jika populasi mempunya anggota 90 maka hanya diperlukan dua digit dari akhir saja.
7. Jika angka dikaitkan dengan angka terpilih untuk individual dalam populasi menjadi individu sampel. Sebagai contoh, jika populasinya berjumlah 500, maka angka terpilih 375 masuk sebagai individu sampel. Sebaliknya jika populasi hanya 300, maka angka terpilih 375 tidak termasuk sebagai individu sampel.
8. Gerakan penunjuk dalamkolom atau angka lain.
9. Ulangi langkah nomor 8 samapi junlah sampel yang diinginkan tercapai.

Ketika jumlah sampel yang diinginkan tercapai maka langkah selanjutnya adalah membagi dalam kelompok control dan kelompok perlakuan sesuai dengan bentuk desain penelitianCara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskriptif dan bersifat umum. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. Misalnya, dalam populasi ada wanita dan pria, atau ada yang kaya dan yang miskin, ada manajer dan bukan manajer, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Selama perbedaan gender, status kemakmuran, dan kedudukan dalam organisasi, serta perbedaan-perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil penelitian, maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel.

Prosedurnya :

Susun “sampling frame”
Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
Tentukan alat pemilihan sampel
Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi

Contoh menentukan sampel dengan teknik sampling acak
Seorang kepala sekolah ingin melakukan studi terhadap para siswa yang ada di sekolah. Populasi SMK ternyata jumahnya 600 orang. Sampel yang diinginkan adalah 10% dari populasi. Dia ingin menggunakan teknik acak, untuk mencapai hal itu, langkah-langkah ya ng digunakannya adalah sebagi berikut :
1. Populasi yang jumlahnya 600 orang diidentifikasi.
2. Sampel yang diinginkan 10% x 600 = 60 orang.
3. Populasi didaftar denga diberikan kode 000-559.
4. Tabel acak yang berisi angka random digunakan untuk memilih data dengan menggerakkna data sepanjang kolom atau baris dari tael.
5. Misalnya diperoleh sederet angka seperti berikut.
058 710
859 942
634 278
708 899
6. Oleh kaena jumlah populasi 600 orang maka dua angka terpilih menjadi sampel yaitu : 058 dan 278.
7. Lakukan langkah 4 sampai diperoleh semua jumlah 60 responden.

2. Teknik Stratifikasi

Dalam penelitian pendidikan maupun penelitian sosial lainnya, sering kali ditemukan kondisi populasi yang terdiri dari beberapa lapisan atau kelompok individual dengan karakteristik berbeda. Di sekolah, misalnya ada kelas satu, kelas dua dan kelas tiga. Mereka juga dapat dibedakan menurut jenis kelamin rsponden menjadi kelompom laki-laki atau perempuan. Keadaan populasi yang demikian akan tidak tepat dan tidak terwakili, jika digunakan teknik acak. Karena hasilnya mungkin satu kelompok telalu banyak yang terpilih sebagai sampel, sebaiknya kelompok lain tidak muncul dalam proses pemilihan.
Teknik yang paling tepat dan mempunyai akurasi tinggi adalah teknik sampling dengan cara stratifikasi. Teknik stratifikasi ini harus digunakan sejak awal, ketika peneliti mengetahui bahwa kondisi populasi tediri atas beberapa anggota yang memiliki stratifikasi atau lapisan yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam tekni stratifikasi adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi jumlah total populasi.
2. Tentukan jumlah sampel yang diinginkan.
3. Daftar semua anggota yangtermasuk sebagai penelitian.
4. Pisahkan anggota populasi sesuai dengan karakteristik lapisan yang dimiliki.
5. Pilih sampel dengan menggunakan prinsip acak seperti yang telah dilakuakn dalam teknik random di ats.
6. Lakukan langkah pemilihan pada setiap lapisan yang ada.
7. Sampai jumlah sampel dapat dicapai.

Sumber : http://pendidikanku.web.unej.ac.id/2019/07/04/contoh-teks-eksplanasi-tentang-banjir/