2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Mengajar di Pengungsian, Guru di Bogor Pertanyakan Tunjangan Khusus
Mengajar di Pengungsian, Guru di Bogor Pertanyakan Tunjangan Khusus

Mengajar di Pengungsian, Guru di Bogor Pertanyakan Tunjangan Khusus

Mengajar di Pengungsian, Guru di Bogor Pertanyakan Tunjangan Khusus
Mengajar di Pengungsian, Guru di Bogor Pertanyakan Tunjangan Khusus

Sejumlah sekolah di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor terkena dampak longsur

dan banjir beberapa waktu lalu. Hingga kini kegiatan belajar mengajar belum berlangsung efektif. Para murid mengikuti orang tuanya mengungsi terpisah ke lokasi desa lainnya, atau jauh dari lokasi sekolah dimana mereka biasa belajar. Bahkan, ada yang mengungsi keluar Kecamatan Sukajaya. Para guru pun terpaksa membagi tugas dalam kegiatan mengajar.

“Murid SDN Banar 02 yang rumahnya rusak mengungsi di Kampung Kebon Kelapa Desa Harkat, SDN 01 Cigudeg dan salah satu SDN di Kecamatan Nanggung, hingga kegiatan belajat mengajar tidak efektif,” Abdul Mukhtarudin, salah seorang guru, kepada wartawan, Selasa (4/2).

Setiap guru dibagi tugas mengajar di pengungsian, mereka tidak hanya mengajar sesuai kelasnya tetapi diwajibkan mengajar siswa kelas lain yang memang siswa SDN Banar 02. “Setiap guru mendapatkan pembagian tugas mengajar di pengungsian dengan ragam kelas karena keteebatasan personil guru yang hanya 7 orang untuk mengajar lebih dari 10 rombongan belajar,” terangnya.

Akibat harus mengajar di pengungsian, biaya operasional para guru

pun meningkat, para guru berharap tunjangan khusus kepada guru terdampak bencana yang dijanjikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim segera dicairkan.

“Saya membaca di koran bahwa guru di lokasi terdampak bencana alam mendapat tunjangan khusus selama tiga bulan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, kami berharap tunjangan khusus tersebut bisa segera cair,” ucap Alfi guru kelas III SDN Banar 02.

Sementara Sutisna, siswa kelas IV A SDN Sukajaya 04 yang tinggal di Kampung Ciputih Tonggoh Desa Pasir Madang mengaku harus belajar ke Desa Sukajaya 02 karena bangunan sekolahnya terancam ambruk.

“Bangunan SDN Sukajaya 04 di Desa Pasir Madang terancam

ambruk hingga para murid diungsikan ke Desa Sukajaya yang jaraknya 5 Km, kami kerap berjalan kaki karena disini minim angkutan umum,” ujarnya.

Kepala Desa Cileuksa Jaro Ujang menjelaskan bahwa desanya salah satu desa terparah karena dampak bencana alam banjir bandang dan longsor. Sebanyak 1.405 siswa PAUD SDN, MI dan SMP harus belajar di tenda atau menumpang belajar di gedung lain.

“Harapan kami ada bantuan tenda dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau lainnya seperti halnya di SDN Ciri Mekar 02, Cibinong, karena tenda yang kami sediakan secara swadaya itu kurang layak. Selain diajar oleh guru masing-masing sekolah, saat ini Persatuan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor juga sudah membantu mengajar ke siswa sekolah di Desa Cileuksa,” jelas Jaro Ujang

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/