2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Metode Make a Match

Metode Make a Match

Metode mencari pasangan (make a match) dikembangkan oleh Lorna Curran. Keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topic mengenai hadist hormat kepada orang tua dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu yang berisi pertanyaan dan kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan tersebut.

Metode make a match adalah metode yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi hadist horamt kepada orang tua yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi barupun tetap bisa diajarkan dengan model ini, dengan catatan, siswa diberi tugas mempelajari topik yang diajarkan telebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan.

Langkah-langkah dalam metode make a match antara lain:

  • Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik mengenai hadist hormat kepada orang tua, yang mana satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
  • Setiap siswa mendapat satu buah kartu.
  • Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
  • Setiap siswa mencari pasangan yang cocok dengan kartunya.
  • Setiap siswa dapat mencocokan kartunya sebelum batas waktu pemberian poin.
  • Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.
  • Demikian seterusnya.
  • Kesimpulan/ penutupdari metode make a match mengenai materi hadist hormat kepada orang tua.

Kelebihan metode make a match antara lain:

  • Suasana kegembiraan akah tumbuh dalam proses pembelajaran mengenai materi hadist hormat kepada orang tua.
  • Kerja sama antar siswa akan tewujud secara dinamis.
  • Muncul dinamika gotong royong yang merata seluruh siswa.

Kelemahan metode make a match antara lain:

  • Jika kelas termasuk kelas yang besar atau lebih dari 30 orang siswa maka harus berhati-hatilah. Karena jika guru kurang bijaksana maka akan muncul suasana ramai dan sulit dikendalikan.
  • Seorang guru harus meluangkan waktu untuk mempersiapkan kartukartu tersebut sebelum masuk kelas.

sumber:
https://scorpionchildofficial.com/seva-mobil-bekas/