Modal Masih kendala sektor UMKM

Modal Masih kendala sektor UMKM

Modal Masih kendala sektor UMKM

Modal Masih kendala sektor UMKM
Modal Masih kendala sektor UMKM

BANDUNG-Sektor UMKM masih terkendala dengan akses permodalan

. Kondisi ini tentunya harus dicarikan jalan keluarnya agar UMKM siap menghadapi MEA tahun depan.

Poppy Rufaidah , ekonom dari Unpad menyatakan MEA harus menjadi peluang buat UMKM sehingga perlu penguatan UMKM itu sendiri.

“Dalam era MEA, persaingan kian ketat. Berbagai produk dari negara ASEAN

masuk ke Indonesia. Tapi, saya kira, itu sebuah peluang bagi dunia usaha, termasuk sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM),” tandas Poppy.

Menurutnya, sejauh ini, ada beberapa hal yang menjadi kendala UMKM. Kendala terbesar, yaitu permodalan, sebesar 58 persen. Lainnya, sambung dia, jaringan, pengembangan bisnis, dan distribusi.

“Branding juga penting. Branding yang menarik dapat meningkatkan

nilai tambah dan daya saing,” ucap wanita berkerudung tersebut.

Selain branding, tambahnya, publikasi dan sinegritas antar-stakeholder, juga penting. Publikasi melalui media, baik cetak, online, elektronik, termasuk media sosial, ujarnya, dapat menjadi bagian strategi promosi. Pun dengan sinergitas. Dia berpendapat, sinergi yang kuat merupakan sebuah kekuatan ekonomi yang luar biasa dan sebagai penjawab tantangan era pasar bebas.

Ketua Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Dadi Haryadi, dalam kesempatan yang sama menambahkan, kehadiran media dapat menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi. Diutarakan, melalui media, berbagai kalangan masyarakat dapat memperoleh informasi terkini tentang segala hal yang berkaitan dengan ekonomi, baik jasa keuangan, sektor riil, termasuk UMKM. jo

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/s2rn?k=01f30fdd98ac070e16bd5c5d7dfac91f