Panen dan Paca Panen Budidaya Bawang Putih

Panen dan Paca Panen Budidaya Bawang Putih

Panen dan Paca Panen Budidaya Bawang Putih

Panen dan Paca Panen Budidaya Bawang Putih
Panen dan Paca Panen Budidaya Bawang Putih

Tanaman bawang putih dapat di panen setelah berumur (95-125 hari) untuk varietas lumbu hijau dan umur antara (85-100 hari) Untuk varietas lumbu kuning. Setelah pemanenan Lahan dapat di tanam kembali setelah di biarkan selama beberapa minggu dan diolah terlebih dahulu, Atau dapat pula di tanami tanaman lainya untuk melakukan rotasi tanaman.

Panen

Ciri-ciri Dan Umur Panen : Bawang putih yang hendak di panen harus mencapai cukup umur, Dan tergantung pada varietas juga daerah, Umur panen yang biasa di jadikan pedoman adalah antara (90-120) Hari. Ciri-ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50 prosen daun telah menguning atau kering dan tangkai batang keras.

Cara Panen : Bawang putih di dataran rendah biasanya telah siap di panen pada umur 80-100 hari, Tergantung pada kesuburan tanaman di lapangan. Ciri-ciri tanaman bawang putih siap di panen, Daun tanaman 50 % telah menguning atau kering dan tangkai batangnya telah keras. Cara panen dapat di lakukan dengan pencabutan lansung terutama pada tanah yang ringan dan pencukilan di lakukan pada Tanah-tanah berstruktur agak berat. Hasil tanaman di ikat sebanyak 30 tangkai Dan tiap ikat di jemur selama 1-2 Minggu.

Pasca Panen

Pengumpulan : Setelah memanen di lakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang putih menjadi Ikatan-ikatan kecil, Dan di letakkan diatas anyaman daun kelapa, Sambil di keringkan untuk menjaga dari kerusakan dan mutunya tetap membaik.

Penyotiran Dan Penggolongan

Sortasi di lakukan untuk mengelompokkan Umbi-umbi bawang putih menurut ukuran dan mutunya. Sebelum melakukan penyotiran, Umbi-umbi yang telah kering di bersihkan. kemudian akar dan daunya Di Potong-potong sehingga hanya tersisa pangkal batang semu sepanjang 2 cm. Ukuran atau kretaria sortasi umbi bawang putih adalah :

  • Keseragaman warna menurut jenis.
  • Ketuaan/umur umbi.
  • Tingkat kekringan.
  • Kekompakan susunan siung.
  • Bebas hama dan penyakit.
  • Bentuk umbi (Bulat atau lonjong).
  • Ukuran besar kecilnya umbi.

Berdasarkan ukuran umbi, Bawang putih dapat di kelompokkan menjadi beberapa kelas, Yaitu :

  1. Kelas A : Umbi yang diameternya lebih dari 4 cm.
  2. Kelas B : Umbi yang diameternya antara 3-4cm.
  3. Kelas C : Umbi yang diameternya antara 2-3 cm.
  4. Kelas D : Umbi yang kecil atau yang pecah dan rusak.

Penyimpanan

Dalam jumlah kecil bawang putih biasanya di simpan dengan cara di gantung Ikatan-ikatanya di atas Para-para. Di setiap ikatan beratnya sekitar 2 kg. Dan Para-para nya di buat dari kayu atau bambu dan di letakkan diatas dapur. Cara seperti ini sangat menguntungkan, Karena setiap kali dapur dinyalakan, bawang putih tersebut terkena Asap. Pengasapan merupakan cara pengawetan yang cukup baik. Dalam jumlah besar, Caranya adalah di simpan di dalam gudang.

Gudang yang akan di pergunakan harus mempunyai ventilasi agar bisa terjadi peredaran udara yang Baik. Kemudian, Suhu ruangan yang di perlukan antara 25-30 derajat C. Apabila suhu ruangan terlalu tinggi, akan terjadi proses pentunasan yang cepat. Kelembaban ruangan yang baik adalah 60-70 Prosen.

Pengemasan Dan Pengangkutan

Untuk memudahkan pengangkutan, Bawang putih di masukkan kedalam karung goni atau karung dari plastik dengan nyaman Tentunya. Alat pengangkutan bisa beracam-macam, Bisa gerobak, Becak, Sepeda Atau kendaraan bermotor.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya (Menanam) Bawang Putih tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id