2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Pengertian IRR (Intern Rate of Return )
Pengertian IRR (Intern Rate of Return )

Pengertian IRR (Intern Rate of Return )

Pengertian IRR (Intern Rate of Return )

Internal rate of return (IRR) adalah

tingkat bunga yang menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds yang diharapkanakan diterima ( PV of future proceeds), sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV of cafital outlays). Pada dasarnya internal rate of return harus dicari dengan cara trial and error.

Internal of return ialah metode yang mencari suatu tingkat bunga yang membuat PV dari cash inflow/proceeds akan sama dengan nilai outflow/ nilai investasi.

Suku bunga NPV=0

PV dari proceeds = pengeluaran untuk investasi

NPV = PV dari proceeds – pengeluaran untuk investasi

0              = PV dari proceeds – pengeluaran untuk investasi

PV dari proceeds = pengeluaran untuk investasi

Penentuan tarif kembalian dilakukan dengan metode trial and error dengan cara berikut:

  1. Mencari nilai tunai aliran kas masuk bersih pada tariff kembalian yang dipilih secra sembarang diatas atau dibawah tariff kembalian investasi yang diharapkan.
  2. Menginterpolasikan kedua tariff kembalian tersebut untuk mendapatkan tariff kembalian sesungguhnya.

IRR lebih merupakan indicator efisiensi dari suatu investasi, berlawanan dengan NPV, yang mengindikasikan value atau besaran uang. IRR merupakan effectife compounded return rate annual yang dapat dihasilkan dari suatu investasi atau yield dari suatu investasi.

Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila rate of returnyang diterima jika melakukan investasi di tempat lain (bank, bonds, dan lain-lain). Besarnya nilai IRR dapat ditentukan dengan cara menghitung NPV1 dan NPV2 dengan cara trial and error. Jika NPV1 bernilai positif,discount factor kedua harus lebih besar besar dari SOCC, dan sebaliknya. Berdasarkan percobaan tersebut, IRR berada antara nilai NPV positif dan NPV negative, yaitu pada NPV=0

Internal of return merupakan tingkat bunga yang menyampaikan pv kas masuk dengan PV kas keluar. Kadang-kadang kita ingin mengetahui berapa tingkat bunga yang kita tanggung kalau kita dihadapkan pada alternative untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat ini(-C 0) atau membayar secara angsuran dalam jumlah yang sama setiap periodenya ( membayar C setiap tahun selama n tahun).

Misalkan kita bisa membayar tunai suatu  mesin dengan harga Rp. 299 juta, atau mengangsur setiap tahun sebesar Rp100 juta mulai tahun 1 sampai dengan tahun ke 5. Kalau kita ingin mengetahui berapa tingkat bunga yang kita tanggung per tahunnya, maka kita bisa merumuskan persoalan sebagai berikut:

299= 100/(1+i)+100/(1+i)2+…..+100/(1+i)5

        = 100 [1/(1+i)+1/(1+i)2+…..+1/(1+i)5]

Dalam hal ini i adalah IRR. Bahwa untuk membuat sisi kanan persamaan sama dengan sisi kiri persamaan, maka angka yang berbeda dalam tanda kurung besar harus sama dengan 2.99. perhatikan lebih lanjut bahwa angka dalam tanda kurung besar tidak lain merupakandiscount factor annuity. Dengan demikian cara ppaling mudah adalah kita melihat pada table PV Annuity dari RP.1. kita lihat pada saat n =5 angka yang mendekati 2.99 diperoleh pada saat tingkat bunga mencapai 20%. Dengan demikian I (IRR) adalah 20%.

Tinggi rendahnya IRR tersebut perlu kita bandingkan dengan alternative lain yang sepadan. Kalau misalkan kita bisa meminjam selama 5 tahun dengan memperoleh suku bunga 18% per tahun, maka tawaran diatas kita nilai terlalu mahal, sebaliknya kalau kita hanya bisa pinjam dengan suku bunga 22%, maka tawaran diatas (yaitu membeli secara kredit dengan angsuran ) kita nilai cukup menguntungkan.


Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/