2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /    Pengertian Kontruktivisme

 Pengertian Kontruktivisme

Konstruktivisme berasal dari kata kontruktiv dan isme. Kontruktiv berarti bersifat membina, mempelajari, memperbaiki, dan membangun. Sedangkan isme dalam kamus bahasa indonesia berarti paham atau aliran . Konstruktivisme merupakan aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi kita sendiri. Pandangan dalam pembelajaran mengatakan bahwa anak-anak diberi kesempatan agar menggunakan strateginya sendiri dalam belajar secara sadar, Sedangkan guru yang membimbing siswa ketingkat pengetahuan yang lebih tinggi.  Tran Vui juga mengatakan bahwa teori konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan bantuan fasilitas orang lain.

Sedangkan menurut Martin El Al mengemukakan bahwa konstruktivisme menekankan bahwa pentingnya sikap siswa aktif mengkonstruksikan pengetahuan melalui hubungan saling mempengaruhi dari belajar sebelumnya dengan belajar baru. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagai landasan pradigma pembelajaran , Konstruktivisme menyerutkan perlunya  partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, perlunya pengembangan untuk mengembangkan pengrtahuan sendiri.[4]

  1. Ciri-ciri pembelajaran kontruktivisme

Menurut suparno (1997:49) secara garis besar prinsip-prinsip konstruktivisme yang diambil adalah :

1)      Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara personal maupun sosial,

2)      Pengetahuan tidak dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan kreaktivitas siswa sendiri untuk bernalar,

3)      Siswa aktif mengkonstruksikan secara terus-menerus sehingga terjadi perubahan konsep ilmiah,

4)      Guru berperan membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus.

Berikut ini ciri-ciri pembelajaran menurut beberapa literatur yaitu :

  1. Pengetahuan dibangun berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
  2. Belajar adalah proses penafsiran tentang dunia
  3. Belajar merupakan proses yang aktif dimana makna dikembangkan berdasarkan pengalaman.
  4. Pengetahuan tumbuh karena adanya perundingan ( Negoisasi ) makna melalui bebagai informasi atau menyepakati suatu pandangan dala berinteraksi atau bekerja sama dengan orang lain

sumber :