2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   PENGERTIAN MAHKAMAH INTERNASIONAL

PENGERTIAN MAHKAMAH INTERNASIONAL

Mahkamah Internasional (The International Court of Justice) adalah merupakan salah satu organisasi hukum utama badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  yang bertugas atau berwenang untuk memeriksa perselisihan atau sengketa antarnegara dan memutuskan sengketa atau kasus hukumnya. Mahkamah Internasional  merupakan badan pengadilan internasional resmi yang bersifat tetap dan bertugas untuk memeriksa dan memutus perkara-perkara yang diajukan kepadanya.

Mahkamah Internasional merupakan organ utama lembaga kehakiman PBB, yang berkedudukan di Den Haag, Belanda yang didirikan pada tahun 1945 berdasarkan pada Piagam PBB. Namun Mahkamah ini mulai bertugas sejak tahun 1946 sebagai pengganti Mahkamah Internasional Permanen (Permanent Court of International Justice). Adapun keputusan yang diberikan oleh Mahkamah Internasional ini bersifat mengikat para pihak yang bersengketa,sehingga negara-negara yang bersangkutan wajib untuk memenuhi dan mematuhi keputusan tersebut. Namun, apabila ada negara yang bersengketa tidak menjalankan kewajiban tersebut, negara lawan sengketa dapat mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memiliki kewenangan untuk merekomendasikan agar keputusan itu dilaksanakan.

Selain bertugas untuk memeriksa perselisihan atau sengketa antarnegara dan memutuskan kasus hukumnya, Mahkamah Internasional juga bertugas untuk memecahkan masalah yang ada di antara kedua negara yang sedang mengalami bentrok yang tak kunjung terselesaikan. Keputusan yang diberikan oleh Mahkamah Internasional bersifat relatif, yaitu terkadang ada yang menguntungkan dan tidak sedikit juga yang merugikan. Namun, meskipun keputusan Mahkamah Internasional ada yang merugikan salah satu pihak negara yang bersengketa, maka negara tersebut harus tetap mengakui dan menerima keputusan karena keputusan dari Mahkamah Internasional bersifat mengikat (paten) dan tidak bisa diganggu gugat. Dan apabila ada negara yang memprotes keputusan,maka negara tersebut akan terkena sanksi. Maka dari itu akan lebih baik apabila menerima keputusan yang telah Mahkamah Internasional putuskan dengan lapang dada.

  1. SEJARAH DIBENTUKNYA MAHKAMAH INETRNASIONAL

Salah satu alternatif penyelesaian sengketa secara hukum atau ‘judicial settlement’ dalam hukum internasional adalah penyelesaian melalui badan peradilan internasional. Dalam hukum internasional, penyelesaian secara hukum dewasa ini dapat ditempuh melalui berbagai cara atau lembaga, yakni: Permanent Court of International of Justice (PCIJ atau Mahkamah Permanen Internasional), International Court of Justice (ICJ atau Mahkamah Internasional), the International Tribunal for the Law of the Sea (Konvensi Hukum Laut 1982), atau International Criminal Court(ICC). PCIJ pendahulu Mahkamah Internasional (ICJ), dibentuk berdasarkan pasal XIV Kovenan Liga Bangsa-bangsa (LBB) pada tahun 1922. Badan LBB yang membantu berdirinya PCIJ adalah Dewan (Council) LBB. Dalam sidangnya pada awal 1920, Dewan menunjuk suatu Advisory Committee of Jurists untuk membuat laporan mengenai rencana pembentukan PCIJ. Komisi yang berkedudukan di Den Haag dipimpin oleh Baron Descamps dari Belgia.

Pada bulan Agustus 1920, Descamps mengeluarkan dan menyerahkan laporan mengenai rancangan pembentukan PCIJ kepada Dewan. Dalam pembahasan di Dewan, Rancangan tersebut mengalami perubahan-perubahan. Rancangan tersebut pada akhirnya berhasil dirumuskan menjadi Statuta yang mendirikan PCIJ pada tahun 1922. Dua masalah yang timbul pada waktu itu adalah bagaimana memilih hakim dan di mana tempat kedudukan PCIJ. Hasil rancangan Statuta Baron Descamps pada waktu itu telah berpikir jauh ke depan (dan sekarang masih digunakan). Rancangan Descamps yaitu bahwa hakim-hakim yang dipilih harus mewakili peradaban dan sistem hukum di dunia. Masalah tempat kedudukan PCIJ berhasil dipecahkan berkat inisiatif dan pendekatan pemerintah Belanda pada tahun 1919. Belanda melobi agar tempat kedudukan PCIJ berada di Belanda. Upaya ini berhasil sehingga pada waktu berlangsungnya pembahasan ini, disepakati bahwa kedudukan tetap PCIJ adalah di Peace Palace (Istana Perdamaian), Den Haag. Sidang pertama Mahkamah berlangsung pada tanggal 15 Februari 1922. Persidangan dipimpin oleh ahli hukum Belanda Loder, yang pada waktu itu diangkat sebagai Presiden PCIJ pertama. Sebagai badan peradilan internasional, PCIJ diakui sebagai suatu peradilan yang memainkan peranan penting dalam sejarah penyelesaian sengketa internasional. Arti peran PCIJ tampak sebagai berikut:

sumber :