2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Pengertian Nafsu dalam Islam

Pengertian Nafsu dalam Islam

Pengertian Nafsu dalam Islam

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

kata Nafs (نفس) diserap menjadi nafsu yang berarti dorongan kuat untuk berbuat kurang baik. Sementara Nafs yang ada pada manusia tidak hanya dorongan berbuat buruk, tetapi berpotensi berbuat baik, dengan kata lain nafs ini berpotensi positif dan negatif.

Kata nafs yang terdapat di dalam Al-Qur’an

memiliki makna yang berbeda-beda. terkadang ditujukan untuk hakikat jiwa, yaitu terdiri dari tubuh dan ruh, sebagaimana dalam firman-Nya:
وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ
13. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: “Sesungguhnya akan aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.” (QS As-Sajdah : 13)

Menurut ahli tasawuf, nafs diartikan sesuatu yang melahirkan sifat tercela. Al-Ghazali menyebut nafs sebagai pusat potensi marah dan syahwat pada manusia, dan sebagai pangkal dari segala sifat tercela.

Dalam pandangan Al-Qur’an

nafs diciptakan Allah subhanahu wa ta’ala Dalam keadaan sempurna untuk berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. Al-Qur’an menganjurkan untuk memberi perhatian lebih besar, sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala :
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧﴾ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿٨﴾

Demi nafs serta penyempurna ciptaannya, Allah telah mengilhamkan kepadanya kebaikan dan ketakwaan. (QS As-Syams: 7-8)
Al-Qur’an menyebut nafs dalam bentuk-bentuk kata yaitu:.
تنفس يتنافس متنافسون نفس انفس
Dalam bentuk mufradat, nafs disebut 77 kali tanpa idlafah dan 65 kali dalam bentuk idlafah, dalam bentuk jamak nufus disebut 2 kali, sedangkan dalam bentuk jamak anfus disebut 158 kali, sedangkan kata tanaffasa-yatanaffasu dan al-mutanaffisun masing-masing hanya disebut satu kali. Term nafs dalam al-Qur’an semuanya disebut dalam bentuk Ism atau kata benda, yakni nafs, nufus, dan anfus.

Berkatalah Ibnu Abbas,
“Sumber dari maksiat nafsu birahi, dan kelalaian adalah kesenangan pada hawa nafsu. Sedangkan sumber dari ketaatan, keterjagaan, dan pengekangan diri dari hal yang hina adalah membenci hawa nafsu. Bagimu berteman dengan orang bodoh yang membenci hawa nafsu lebih baik ketimbang berteman dengan orang pandai yang menyukai hawa nafsunya.”

Baca Juga: