2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN

PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN

            Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan.

Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesusesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan.[1] Pembelajaran al-qur’an adalah pemberian ilmu pengetahuan atau ketrampilan membaca dari seorang guru kepada siswa, sehingga siswa dapat memiliki pengetahuan tentang al Qur’an.

            Strategi Pembelajaran Al-Qur’an adalah serangkaian rencana pembelajaran yang dipersiapkan guru dalam membimbing, melatih anak untuk membaca Al-Qur‟an dengan baik, secara efektif dan efesien.dimana hal tersebut membutuhkan waktu yang lama dan melalui proses berulang-ulang.

2.2 RUANG LINGKUP STRATEGI PEMEBELAJARAN AL-QUR’AN

  1. Pengertian ruanglingkup strategi pembelajaran

            Strategi belajar mengajar adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Sementara ruang lingkup adalah cakupan atau batasan yang menjadi pembahasan dan objek stategi pembelajaran. Sehingga ruang lingkup strategi belajar mengajar adalah batasan atau cakupan kegiatan yang harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Ruang Lingkup strategi pembelajaran meliputi:

  1. Guru / pendidik

            Guru adalah pelaku pembelajaran, sehingga dalam hal ini guru merupakan faktor yang terpenting. Di tangan gurulah sebenarnya letak keberhasilan pembelajaran. Komponen guru tidak dapat dimanipulasi atau direkayasa oleh komponen lain, dan sebaliknya guru mampu memanipulasi atau merekayasa komponen lain menjadi bervariasi. Sedangkan komponen lain tidak dapat mengubah guru menjadi bervariasi. Tujuan rekayasa pembelajaran oleh guru adalah membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar peserta didik, yang pada akhirnya peserta didik memperoleh suatu hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, dalam merekayasa pembelajaran, guru harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.

sumber