2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /    Pengertian  Suara, Hati, dan Nurani
  1.  Pengertian  Suara, Hati, dan Nurani

    1. 1.   Pengertian Suara

Suara, dalam bahasa arab adalah  الصّوت .

Sedangkan di dalam kitab al- Ta’rîfât, karangan al Fadhil al ‘Allamah Ali bin Muhammad al Syarif al Turjani, الصّوت artinya

كَيْفِيَّةٌ قَا ئِمَةٌ بِالْهَوَاءِ يَحْمِلُهَا اِلَي الصَّمَاخِ[2]

Dan di dalam Kamus Bahasa Indonesia, suara adalah bunyi yang keluar dari mulut manusia.[3]

  1. 2.  Pengertian Hati

Hati, sebagaimana yang telah diketahui, ia adalah salah satu organ tubuh yang ada di dalam rongga perut manusia di sebelah kiri. Hati merupakan organ tubuh yang ukurannya paling besar, dan paling berat di antara organ tubuh lainnya.

Di dalam Kamus Arab-Indonesia  yang disusun oleh Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, istilah  قَلْبٌ artinya “hati, jantung, akal”.

Dan dari Kamus Lengkap Bahasa Indonesia yang disusun oleh Ananda Santoso dan A. R. AK Hanif, hati artinya “bagian isi rongga dada yang menyimpan sari makanan, sebagai pangkal perasan bathin”.

Dalam buku “Ensiklopedi Tasawuf Imam Ghazali”, penjelasan mengenai hati(قلب ( menurut para ahli tasawuf dan lain-lain sebagai berikut :

 

 

Sayyid Ali r.a

“Tidaklah hati itu disebut qalb ( yang suka berbolak-balik ), melainkan karena ia berbolak-balik  ( tidak dapat tenang )”

Abu Bakar Jahdar Asy-Syibli r.a

“Di dalam Ka’bah terdapat tanda sejarah Nabi Ibrahim a.s, dan di dalam hati terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Ka’bah mempunyai beberapa fondasi dan hati juga mempunyai beberapa fondasi. Fondasi Ka’bah terdiri dari batu-batu besar, sedangkan fondasi hati terdiri dari tempat-tempat penyimpangan cahaya makrifat kepada Allah Swt.”

Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad Al-Mustais An-Naisaburi r.a

“Kecenderungan hati kepada selain Allah Swt. merupakan hukuman yang disegerakan oleh Allah Swt.bagi seorang hamba di dunia.”

Sang Maestro dunia tasawuf, Imam al-Ghazali menerangkan definisi hati di dalam kitabnya Ihyâ ‘Ulumuddin sebagai berikut:

–       اللَّحْمُ الصَّنُوْبَرِى الشَّكْلُ الْمَوْدُعُ فِي الْجَانِبِ الأيْسَرِ. وَ هُوَ لَحْمٌ مَخْصُوْصٌ وَفِي بَاطِنِهِ تَجْويْفٌ. وَفِي ذَالِكَ التَّجْوِيْفِ دَمٌ اَسْوَدُ[4]

–       أنَّ الْقَلْبَ لَطِيْفَةٌ رَبَّانِيَّةٌ رُوْحَانِيَّةٌ لَهَا بِهَذَا الْقَلْبِ الْجِسْمَانِي تَعَلُّقٌ. وَ تِلْكَ اللَّطِيْفَةُ هِيَ حَقِيْقَةُ الأِنْسَانِ. وَ هُوَ الْمُدْرِكُ الْعَالِمُ الْعَارِفُ مِنَ الأِنْسَانِ, وَ هُوَ الْمُخَاطَبُ وَالْمُعَاقَبُ وَالْمُعَاتَبُ وَالْمَطَالِبِ.[5]

  1. 3.  Pengertian Nurani

Nurani, berasal dari bahasa arab نور , yang ditambah akhiran huruf nun dan ya’ nisbah (( نوراني. Nur dalam kamus bahasa arab, artinya “cahaya, terang”. Sedangkan dalam kamus Bahasa Indonesia, nurani artinya “terang bercahaya”.

 

sumber :

https://9apps.id/