2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Pengertian Tasawuf
Pengertian Tasawuf

Pengertian Tasawuf

Pengertian Tasawuf

Secara etimologis

kata ini berasal dari bahasa Arab, Tasawwafa. Namun para ulama berbeda pendapat tentang asal usulnya (akar katanya). Ada yang mengatakan dari kata “suf’ (bulu domba), “saff’(barisan), “safy/safa’, (jernih), dan kata “suffah”(salah satu sudut mesjid Nabawi yang di tempati sebagian sahabat Nabi yang ikut berhijrah dari Makkah ke Madinah). Pemikiran masing-masing pihak itu dilatar belakangi obsesiya dan fenomena yang ada pada diri para sufi

Sufisme, Mistik Islam atau Tasawuf sebagai bagian dari  filsafat Islam dan telah di rumuskan secara luas sebagai pemahaman kenyataan al-Haqq. Kata mistik berasal dari bahasa Yunani, merembes ke kepustakaan Eropa dan bahasa Arab, Persia dan Turki. Sedangkan istilah Sufi memiliki konotasi religius yang lebih khusus, untuk menyebut mistik dari penganut ajaran Islam. Kata sufi, secara etimologi ada yang berpendapat dari bahasa Arab yang artinya kemurnian. Seorang sufi ialah orang yang hatinya bersih atau insan yang terpilih.

Al-Qushairi dalam hal ini memberikan komentarnya yang dinukil oleh Sadiq ibn Hasan al-Qanuji dalam kitabnya Abjad al-Ulum al-Wasi al-Marqum fi Bayani ahwal al-Ulum sebagai berikut :

“Imam al-Qushari berkata : tidak ditemukan bukti yang kuat bahwa kata benda ini (al-Tasawuf) memiliki akar kata bahasa Arab, yang juga tidak di analogikan dari bahasa Arab. Secara lahiriah itu hanya laqab (julukan) saja. Ada pula yang berpendapat bahwa kata (al-Tasawuf) itu berasal dari kata safa atau suffah adalah sangat jauh dari sudut pandangqiyas (analogi) ilmu bahasa, begitu juga orang yang berpendapat bahwa itu berasal dari kata suf  adalah tidak berdasar, karena mereka para sufi tidak mengkhususkan harus memakai pakaian dari suf  (bulu domba).

 Walau memang mereka pada umumnya mmakai pakaian dari wol itu karena mereka ingin memakai pakaian yang tidak menunjukkan kebanggan atau kemewahan seperti umumnya kebanyakan orang. Kemudian mereka yang sebagian besar memakai pakaian sederhana itu ( bahkan rendah dan hina dimasa itu) terkenal dengan sifat al-zuhd, al-‘uzlah (mengasingkan diri) dari keramaian dan memfokuskan diri pada beribadah, maka orang-orang menjuluki mereka dengan istilah sufi (sebagai identitas) yang mudah dari apa yang mereka ketahui.

Secara terminologis, menurut Ibn’Ajibah, yaitu “Kesungguhan tawajjuh (ibadah) kepada Allah dengan melaksanakan amalan yang diridhai dan yang diingini-Nya”.

Al-Junaida al-Baghdadi mendefenisikan tasawuf sebagai berikut : “Hendaknya ketika berhubungan dengan al-Haqq tanpa perantara (Wasilah)” dan kitab lain mendefenisikan tasawuf adalah “Hendaknya hidup dan matimu diserahkan kepada al-Haqq”.

Sedangkan al-Qauji mendefenisikan tasawuf sebagai berikut : “Sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana meningkatkan derajat kesempurnaan sebagai manusia dalam tingkatan-tingkatan kebahagiaan dan persoalan-persoalan yang menghadang (ujian) dalam upaya meningkatkan derajat tersebut sesuai dengan kemampuan manusia”.


Baca Juga :