2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Penyakit akibat Tikus masih Terjadi di Jakarta
Penyakit akibat Tikus masih Terjadi di Jakarta

Penyakit akibat Tikus masih Terjadi di Jakarta

Penyakit akibat Tikus masih Terjadi di Jakarta
Penyakit akibat Tikus masih Terjadi di Jakarta

TIKUS merupakan binatang mamalia yang sering kita jumpai di sekitar kita.

Hewan mengerat ini identik dengan lingkungan kotor dan penyakit.

Banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui tikus

, baik melalui urine, gigitan, ataupun bahkan lewat gigitan kutu yang menempel di tubuhnya.

Jakarta, sebagai salah satu kota megapolitan yang paling tinggi populasinya dan paling tinggi beban pencemarannya, diakui kewalahan menghadapi ledakan populasi tikus got.

Tikus got disebut sebagai inang berbagai penyakit seperti leptospirosis, pes, salmonella enterica sarovar typhimurium, penyakit rat bite fever (RBF), dan hantavirus pulmonary syndrome.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan,

“Penyakit disebabkan tikus yang banyak berkembang ialah pes

dan leptospirosis. Dua penyakit itu yang harus diwaspadai.”

Saat ini, ujar Koesmedi, kasus yang diakibatkan PES sudah tak terdengar lagi.

Berbeda dengan leptospirosis yang kasusnya masih banyak terjadi karena banyaknya permukiman padat penduduk dan musim hujan.

“Biasanya sehabis hujan, lalu banjir, kasus leptospirosis akan muncul,” kata Koesmedi.

Lalu, bagaimana tikus bisa berkembang biak dengan subur di Jakarta?

Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana Hakim

mengatakan perkembangan tikus got di Jakarta berpotensi banyak terjadi di kawasan-kawasan padat penduduk.

Selain itu, pola hidup masyarakat yang membuang sampah sembarangan menyumbang pesatnya perkembangbiakan tikus got.

Selain itu, tak ada predator alami bagi hewan pengerat itu.

 

sumber :

https://uberant.com/article/728912-incredipede/