Penyakit, Pemupukan dan Panen Dalam Budidaya Bawang Merah

Penyakit, Pemupukan dan Panen Dalam Budidaya Bawang Merah

Penyakit, Pemupukan dan Panen Dalam Budidaya Bawang Merah

Penyakit, Pemupukan dan Panen Dalam Budidaya Bawang Merah
Penyakit, Pemupukan dan Panen Dalam Budidaya Bawang Merah

Pemupukan Susulan Budidaya Bawang Merah

Pemupukan susulan budidaya bawang merah meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar di berikan secara larikan, Di benamkan di dalam tanah sedalam 10 cm sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama di lakukan pada umur 10 HST atau (10 hari setelah tanam) Dengan menggunakan pupuk NPK (15-15-15 sebanyak 150 kg/ha) Dan urea sebanyak (50 kg/ha). Pemupukan ke 2 di lakukan pada umur (30 HST) Menggunakan pupuk NPK (15-15-15 sebanyak 200 kg/ha).

Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi di berikan pada umur (14 HST) Dengan konsentrasi (2 gr/liter), Sedangkan pupuk daun kandungan Phospat serta kalium tinggi di berikan umur (30 HST dan 45 HST). Pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP Dengan konsentrasi (2 gr/liter pada umur 30 HST) Dan konsentrasi 4 gr/liter pada umur 45 HST.

Penyakit Bawang Merah

Antraknosa : Antraknosa pada tanaman bawang merah adalah cendawan (Colletrotichum gloespoiroidespenz). Kerusakan tanaman bawang merah akibat serangan penyakit antraknosa bisa mencapai (50-100%). Penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan kegagalan. Gejala serangan dapat dilihat secara fisiologis.Tanaman mati serentak secara cepat,serangan awal di tandai adanya gejala bercak putih pada daun, Kemudian akan terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi), Berlubang dan patah karena terkuai tepat pada bercak tersebut. Jika serangan berlanjut akan membentuk koloni konidia yang berwarna merah muda. Lalu berubah menjadi coklat tua, Dan akhirnya menjadi kehitaman.

Umbi akan membusuk serta daun mengering. Penyakit antraknosa dapat di kendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. Contoh bahan aktif yang dapat di pergunakan adalah Benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak. Contoh bahan aktif yang bisa di gunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

Panen Bawang Merah

Tanaman bawang merah dapat di panen pada umur (60-70 hss) di dataran rendah (80-100 hss) di dataran tinggi. Tanaman bawang merah siap panen di tandai sesuai cacatan sebagai berikut :

  1. Pangkal daun jika di pegang sudah lemah.
  2. 70-80% daun berwarna kuning.
  3. Daun bagian atas mulai rebah.
  4. Umbi bawang merah kelihatan tersembul diatas permukaan tanah.
  5. Sudah terjadi pembentukan pigmen merah dan timbulnya bau bawang merah yang Khas, Serta terlihat warna merah tua atau merah keunguan pada umbi bawang merah.

Panen sebaiknya di lakukan dalam keadaan kering dan cuaca cerah. Untuk menghindari umbi yang tertinggal di dalam tanah, 1-2 hari sebelum panen di lakukan penyiraman terlibih dahulu menggunakan air, Panen di lakukan dengan mencabut seluruh tanaman secara Berhati-hati. Kemudian di setiap satu genggam di ikat dengan 1/3 daun bagian atas. Pengikatan bertujuan untuk memudahkan penanganan beriutnya.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Bawang Merah Tersebut, semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id