Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang

Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang

Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang

Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang
Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang

Berbeda dengan negara maju

Masalah pertumbuhan ekonomi di negara berkembang sangat mudah dilihat. Tak perlu jauh- jauh mencari siapa contoh negara berkembang itu, karena Indonesia sudah bisa kita jadikan bahan analisis. Apa masalah ekonomi yang ada di negara berkembang? Berikut ini adalah beberapa masalahnya.

 

Gempuran produk dan jasa dari luar

Poin pertama ini berhubungan dengan perdagangan bebas yang mulai dilakukan oleh banyak negara termasuk negara kita. Mudahnya produk dan jasa dari luar untuk keluar masuk ke negara kita, telah menjadi ancaman tersendiri bagi produsen dalam negeri. Namun, sebenarnya hal tersebut justru menjadi tantangan untuk merangsang kreativitas. Apa jadinya bila kita hidup “sendiri” tanpa ada rival. Tentu perjuangan kita tak akan maksimal. Jadi, persaingan entah dari mana asalnya, sebenarnya adalah sesuatu yang mutlak terjadi dan tak seharusnya kita hadapi secara manja.

 

Kurangnya dukungan pengadaan barang dan jasa

Masalah pertumbuhan ekonomi berikutnya di negara berkembang, berhubungan dengan dukungan terhadap pengusaha baru. Banyak pengusaha yang curhat seperti ini, “Bagaimana bisa berkembang coba, belum-belum udah “dipalak” sana-sini dengan alasan kontribusi, keamanan, dan uang kerjasama!” Ya, dilema memang. Di satu sisi, kita disuruh untuk kreatif dengan menciptakan banyak lapangan kerja. Namun di sisi lain, pungutan liar masih ada di mana-mana. Ibarat sebuah kondisi kita sedang berada di dalam sumur. Ketika kita ingin keluar dari sumur yang gelap tersebut, dan ingin merasakan hangatnya sinar matahari, kaki kita ditarik oleh orang-orang yang juga sama-sama berada di dalam sumur.

 

Kurangnya kreativitas

Sekalipun jumlah orang-orang kreatif meningkat dari waktu ke waktu, namun sejujurnya kita masih kekurangan orang-orang kreatif. Hal itulah yang juga akan menjadi masalah ekonomi. Tak ada kreativitas itu artinya mati. Bila saat ini kita adalah mahasiswa yang baru saja lulus dan tak juga mendapatkan pekerjaan, apa yang akan kita lakukan? Memulai usaha atau bertahan menjadi pengangguran bergengsi? “Malu dong, masa sarjana jualan?” begitu salah satu contohnya. Padahal, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa bisa terus naik karena banyaknya orang-orang kreatif di negara tersebut.

Bila tak ada yang kreatif, mungkin tak ada yang akan menciptakan kendaraan dan alat komunikasi. Namun, di negara berkembang, biasanya para penduduknya masih suka mengikuti tren. Kebanyakan dari mereka akan malu bila berjalan sedikit “menyimpang” dari teman-temannya. Hal tersebut bisa jadi, karena negara berkembang biasanya sudah “terbiasa” dijajah oleh bangsa lain. Sehingga pola pikir menurut dan patuh itu sangat membudaya. Sedangkan pola pikir nyeleneh atau tampil beda itu dianggap melanggar aturan. Padahal pola pikir dan sikap nyeleneh yang positif adalah bagian dari kreativitas yang mungkin bisa bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.

 

Kurangnya apresiasi terhadap penemuan yang bermanfaat

Masalah pertumbuhan ekonomi lainnya di negara berkembang adalah kurang adanya apresiasi atau dukungan terhadap penemuan-penemuan di bidang ekonomi yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan, lebih sering mungkin sikap nyinyir yang akan diperlihatkan ketika penemuan tersebut tercipta.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/