2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Puncak Masalah

Table of Contents

Puncak Masalah

Puncak masalah merupakan puncak pertikaian antara tokoh protagonis dan antagonis (klimaks). Pada tahap ini semua sifat-sifat yang dimiliki tokoh dikeluarkan, tokoh protagonis sebagai orang penyebar dan pemaaf tetap bersabar dan memaafkan walaupun selalu mendapatkan tekanan-tekanan dari antagonisyang pemarah dan pendendam. Tokoh antagonis mengeluarkan segala sifatnya untuk menekan tokoh protagonis bahkan sampai pada penganiayaan atau bahkan pembunuhan.

  1. Penyelesaian

Pada tahap penyelesaian ini terjadi penurunan pertikaian (resolusi). Tokoh protagonis akhirnya dapat menyadarkan tokoh antagonis. Setelah perbuatan-perbuatan tokoh tritagonis diketahui, akhirnya tokoh antagonis menyadari kesalahannya karena mendapatkan pengaruh buruk dari tokoh tritagonis.

  1. Keputusan

Tahap akhir cerita merupakan keputusan tentang nasib para tokoh dalam cerita (katastrofe). Cerita dapat diakhiri sesuai denga keinginan pengarang. Dalam keputusan dapat diambil antara tokoh protagonis dan antagonis saling bersahabat, kemudian tokoh tritagonis meninggalkan mereka. Kadang ada juga dalam cerita berakhir dengan mengambang, semua keputusan diserahkan kepada penonton.

  1. KREATIVITAS MENYUSUN NASKAH LAKON

Di bawah ini ada beberapa tips atau trik agar dalam menulis tidak mengalami hambatan yaitu:

  1. Jadikan alam pikiran kita sebagai sebuah layar lebar yang dengan mudah kita tembus untuk melihat adegan demi adegan. Mainkan segala imajinasi. Jangan menuliskannya dulu. Mainkan dan mainkan, biarkan semuanya bergerak dan mengalir. Bila kita melakukan ini dan sudah terbiasa, segala macam cerita akan muncul begitu saja (biasanya).
  2. Setelah kita menemukannya dan melihat gambaran adegan demi adegan itu, boleh kita cari bagaimana endingnya (kalau bisa, masalah ending diabaikan saja dulu). Yang terpenting, kita mendapatkan setting, tokoh, ide cerita dan konflik dalam cerita itu.
  3. Mulailah kita menulis. (Teman-teman bisa klik di file sebelumnya, tentang bagaimana membuka sebuah cerita) Biasanya, saat menuliskan adegan yang terpampang di imajinasi kita, akan berbeda dengan hasil tulisannya. Abaikan masalah itu. Teruskan menulis. Bikin kronologisnya dengan rapih. Abaikan pula masalah ada salah pengetikan, salah eja, atau salah apa pun. Teruskan saja.
  4. Cobalah dengan memulai cerita dari berbagai segi. Bisa dimulai dari dialog dulu, atau tentang deskripsi dulu, atau apa saja. Setelah oke, pilihlah salah satu dari apa yang kita tuliskan itu. Yang mana yang ingin kita pakai. Tentunya hanya satu saja yang bisa kita gunakan, dan yang lain itu bukan berarti tidak ada gunanya. Tapi menunjukkan semangat dan latihan kita.
  5. Bermainlah dengan kata-kata. Boleh bermetafora atau lugas saja. Dalam beberapa cerita, saya menulis tidak perlu bermetafora. Dalam beberapa cerita, saya menulisnya dengan mempergunakan metafora. Dalam beberapa cerita, saya mengkombinasikannya. Ini bebas-bebas saja, terserah masing-masing ingin menuliskannya.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/