2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /    Rencana pengembangan produksi

 Rencana pengembangan produksi

Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain:

a.       Memperluas wawasan tentang motif tas

b.      Menemukan dan menciptakan cara dan model terbaru dalam berfasion

c.       Memperluas area promosi

d.      Meningkatkan produksi

6.      Analisis resiko usaha dan antisipasinya

Setiap perbuatan tentu melahirkan resiko. Demikian pula produk kami akan mendatangkan berbagai resiko sebagai berikut

a.       Produk kurang menarik minat mahasiswa.

Manusia memiliki selera yang berbeda satu sama lain. Demikian pula dalam hal berpakaian dan memakai tas. Banyak mahasiswa yang kurang memperhatiakan penampilan mereka dikarenakan kesibukan dan kurangnya rasa percaya diri.

b.     Tas yang kadaluarsa

Adakalanya barang tidak mudah terjual dan memenuhi stand, toko atau bahkan gudang. Sehingga menimbulkan kesan monoton dan menurunkan kualitas produk.

c.       Modal usaha

Tas munyet gue ini memang tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Tetapi juga tidak bisa dibilang memerlukan modal yang relatif kecil. Sebagai usaha membangun suatu kualitas, modal awal demi terwujudnya suatu produksi yang maksimal sangat dapat mendukung keberlangsungan usaha.

Antisipasi kami terhadap resiko-tersebut:

a.         Produk kurang menarik minat mahasiswa

Setiap orang pasti memiliki persepsi terhadap apa yang mereka lihat. Cara kami mengantisipasi kurangnya minat konsumen ini adalah dengan melakukan promosi secara mendalam dan menyeluruh. Jadi bukan hanya kami bertujuan untuk mendapatkan keuntunga. Tetapi kami juga bertujuan untuk membantu para mahasiswa memperindah penampilan mereka. Sehingga mereka dapat tertarik untuk memperhatikan dan mencoba produk kami.

b.        Tas yang kadaluarsa

Kami melakukan antisipasi dengan membuat peta produksi. Dimana telah ditentukan barang mana yang harus diedarkan dan haru telah ditarik kembali dari peredaran pada waktu yang telah ditentukan. Sehingga tidak ada penumpukan barang yang membuat konsumen selalu melihat barang sama. Barang yang telah ditarik tersebut akan kembali dirombak dan dijadikan produk baru yang kemudian diedarkan kembali.

baca juga :