2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Satelit multifungsi pemerintah akan dinamai Satria

Satelit multifungsi pemerintah akan dinamai Satria

Satelit multifungsi pemerintah akan dinamai Satria

Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mengupayakan satelit multifungsi yang akan selesai dibangun pada 2023 mendatang untuk meratakan internet cepat di Indonesia.

Direktur Utama BAKTI Anang Latif saat acara penandatanganan kerja sama penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi mengumumkan proyek tersebut akan dinamai Satria, kependekan dari Satelit Republik Indonesia.

Satria akan menjadi andalan bagi daerah-daerah yang sulit terjangkau

jaringan kabel serat optik untuki terhubung ke internet cepat. Pemerintah akan membangun satelit dengan teknologi High Throughput untuk menghadirkan internet cepat.

Pertimbangan menggunakan satelit multifungsi ini didasari oleh faktor efisiensi biaya dan cakupan yang luas.dari BAKTI dinilai bisa menghemat biaya untuk menghadirkan internet cepat jika menggunakan satelit High Throughput.

BAKTI menyatakan dengan satelit konvensional, mereka menggelontorkan

uang sewa sebesar Rp18 juta untuk setiap megabite per detik (Mbps). Sementara itu, dengan satelit Ku-band,i angkanya turun menjadi Rp6 juta per Mbps.

Dengan satelit multifungsi berbiaya per Mbps, dapat menjadi lebih murah yaitu Rp1 juta per Mbps.

“Satelit ini menjawab persoalan konektivitas. Ke depannya kita bisa

mendorong sektor konten dan aplikasi,” kata Anang.

BAKTI menargetkan tahun ini dapat menandatangani kontrak dan menyelesaikan urusan administrasi agar Satria dapat dibangun mulai awal 2020.

 

Baca Juga :