“Semalam di Museum”, Kegiatan Pendidikan Karakter di Museum Basoeki Abdullah

“Semalam di Museum”, Kegiatan Pendidikan Karakter di Museum Basoeki Abdullah

“Semalam di Museum”, Kegiatan Pendidikan Karakter di Museum Basoeki Abdullah

“Semalam di Museum”, Kegiatan Pendidikan Karakter di Museum Basoeki Abdullah
“Semalam di Museum”, Kegiatan Pendidikan Karakter di Museum Basoeki Abdullah

Jakarta, Kemendikbud — Menginap di museum? Terdengar seru, bukan?

Mungkin itu juga yang terbersit di benak para pelajar SMP yang mengikuti kegiatan “Semalam di Museum” bersama Museum Basoeki Abdullah, Jakarta. Malam itu, Jumat (26/1/2018), sebanyak 50 siswa SMP dari Jabodetabek tampak bersemangat menjalani rangkaian acara di “Semalam di Museum”. Mereka berkenalan dengan karakter Basoeki Abdullah melalui cerita dari putrinya, Cecilia Sidhawati, yang menceritakan sosok sang ayah semasa hidup.

“Kita harus berani untuk mengeksplorasi bakat dan percaya diri,” tutur Sidhawati menyampaikan salah satu pesan ayahnya. Ia menceritakan, rasa percaya diri ayahnya terlihat saat sang ayah berani mengikuti sayembara melukis keluarga Kerajaan Belanda pada tahun 1948. Saat itu Basoeki Abdullah keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan 87 pelukis Eropa. Ia melukis Ratu Juliana. Dalam bincang-bincang dengan Sidhawati tersebut, para peserta juga diperbolehkan mengajukan pertanyaan seputar Basoeki Abdullah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan dongeng yang dibawakan Kak Ariyo Zidni

dari Komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Kak Ariyo menuturkan interpretasi terhadap sebuah lukisan yang ada di Museum Basoeki Abdullah. “Dalam hening dan diam, kami menikmati karyanya,” tutur Kak Ariyo. Para peserta tampak takjub mengikuti gaya bertutur Kak Ariyo dalam dongengnya.

Selesai mendengarkan dongeng, para peserta “Semalam di Museum” melakukan tur malam keliling museum dengan didampingi pemandu museum. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok perempuan dan laki-laki. Secara bergantian, kedua kelompok berkeliling di Gedung I dan Gedung II Museum Basoeki Abdullah, melihat karya lukis sang maestro dan barang-barang peninggalannya. Malam itu, mereka mendapatkan wawasan tentang seorang tokoh nasional yang berjuang melalui seni budaya.

“Agak takut tapi senang karena jadi tahu bahwa ada orang yang berjasa,

berjuang untuk Indonesia lewat karya lukisnya,” ujar Jonathan, salah satu peserta “Semalam di Museum”.

Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pendidikan karakter pada siswa. “Yaitu karakter mandiri yang terwujud dalam disiplin, berani, dan pembelajar, juga karakter nasionalisme melalui cinta Tanah Air dan semangat kebinekaan, yang diwujudkan dengan tur museum, dongeng, dan hening malam,” katanya.
Kegiatan “Semalam di Museum” diselenggarakan untuk memperingati hari lahir Basoeki Abdullah. Basoeki Abdullah lahir pada 27 Januari 1915, dan meninggal pada 5 November 1993, di usia 78 tahun. Jiwa nasionalis Basoeki Abdullah diwujudkan dengan menjadi pelukis resmi istana, dan menghibahkan rumah dan lukisan karyanya kepada negara. Gedung Museum Basoeki Abdullah adalah bekas kediaman sang maestro semasa hidup. Dalam surat wasiatnya, Basoeki Abdullah berpesan agar rumahnya dihibahkan ke negara. (Desliana Maulipaksi)

 

Baca Juga :