2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Strategi Meningkatkan Kemampuan Membaca

Strategi Meningkatkan Kemampuan Membaca

Sebagaimana kita ketahui, bagi sebagian besar murid SD bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua. Dalam teori belajar bahasa Indonesia dikemukakan bahwa bahasa pertama (bahasa ibu) memiliki peran dalam keberhasilan belajar bahasa kedua, termasuk belajar membaca dan menulis.

Dulay dan Krahsen mengemukakan bahwa bahasa pertama dapat berpengaruh positif juga negatif terhadap proses belajar bahasa kedua.

o    Pengaruh positifnya adalah bahwa bahasa pertama yang dimiliki siswa dapat memperlancar proses belajar bahasa kedua.

o    Pengaruh negatif: Bahasa pertama yang telah dikuasai siswa dapat menghambat proses penguasaan bahasa kedua.

Ellis menggunakan istilah transfer untuk menamai pengaruh positif dari bahasa pertama terhadap belajar bahasa kedua, dan istilah interferensi untuk menamai pengaruh negatif dari bahasa pertama terhadap belajar bahasa kedua. Belajar bahasa Indonesia pada hakekatnya adalah belajar berkomunikasi, meningkatkan kemampuan berpikir, dan memperluas wawasan, maka bahan pengajaran harus diarahkan pada kepentingan tersebut. Bahan pengajaran bersifat terpadu dan berkesinambungan dan dapat dipadukan dengan pelajaran lain. Penyajian bahan pengajaran bersifat fleksibel dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pengajaran[6].

Pengajaran membaca yang baik adalah pengajaran yang didasarkan pada kebutuhan anak dan mempertimbangkan apa yang telah dikuasai anak. Rubin (1993) mengemukakan beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pengajaran membaca yaitu: Peningkatan ucapan dan Kesadaran fonemik (bunyi). Kemampuan yang di ajarkan dalam kesadaran fonemik meliputi: pembedaan bunyi, pembedaan huruf, konsonan awal dan akhir, vocal, huruf, huruf tertentu dan bunyinya, suku kata[7].

Pengenalan kata merupakan proses yang melibatkan kemampuan mengidentifikasi simbol tulis, mengucapkan dan menghubungkannya dengan makna. Ribin (1993: 149) mengemukakan beberapa strategi untuk memperkenalkan kata yaitu:

  1. a)Strategi pengucapan

Strategi untuk mengenali cara pengucapan suatu kata yaitu:

  • Analisis dan sintesis fonik
  • Keseluruhan kata atau metode menatap dan mengucapkan
  • Meminta seseorang untuk mengucapkan kata untuk anda
  • Unsur konteks (kata-kata yang melingkupi kata), unsurnya berupa definisi, contoh, perbandingan/konteks penjelasan yang dapat menggambarkan makna kata
  • SAS (Structural Analisis and Synthesis) caranya membelah kata kedalam unit pengucapan
  • melihat pengucapan dari kamus
  1. b)Strategi pengenalan makna kata

Untuk mengajarkan makna kata dapat digunakan beberapa strategi yaitu:

  • konteks, memanfaatkan konteks untuk memahami kata
  • SAS untuk makna
  • bertanya kepada orang lain tentang suatu makna kata
  • memanfaatkan kamus

Berikut ini contoh kegiatan pembelajaran membaca :

Ø  Kegiatan membedakan bunyi-bunyi

  1.             Perdengarkan percakapan kepada anak
  2.             Setelah diperdengarkan murid mempelajari huruf dan bunyi, kegiatannya berupa: (1). Sajikan kepada murid 3 kata yang diawali konsonan yang sama dan satu kata diawali konsonan berbeda. (2). Sajikan kata-kata yang diawali dengan konsonan yang sama atau berbeda

Kegiatan membedakan bunyi juga dapat dilakukan dengan menggunakan model permainan, contoh:

sumber :