2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   Subsiden di Lahan Gambut 
Subsiden di Lahan Gambut 

Subsiden di Lahan Gambut Subsiden di Lahan Gambut 

Berdasarkan peninjauan dari aspek agronomi dan lingkungan, gambut memiliki peran yang semakin strategis. Meskipun pemanfaatan lahan gambut selanjutnya diatur dengan kebijakan moratorium dan restorasi, namun tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan lahan perlu pertimbangan khususnya pada derah dominan gambut. Baella, et al. (2007) mengatakan bahwa pada bulan September sampai Agustus tahun 2014, ICCTF (Indonesian Climate Change Trust Fund) telah melakukan kajian terhadap dua aspek tersebut. Dengan mengkumulatifkan hasil pengamatan yang dilakukan setiap bulannya, penurunan permukaan (subsiden) pada lahan gambut serta rata-ratanya ditetapkan berdasarkan waktu dalam 1 tahun (cm/th).
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dan data yang diperoleh dari hasil pengamatan pada lokasi kajian menghasilkan rata-rata kecepatan subsiden tanah dengan nilai 2,7 cm/th. Selanjutnya, dari 28 stick yang diukur menghasilkan rata-rata subsiden tanah sebesar 8,9 cm. Berdasarkan hasil tersebut menjelaskan bahwa pada kondisi alami lahan gambut terjadi intervensi atau gangguan seperti konversi hutan lahan gambut dan pembuatan drainase sehingga menyebabkan degradasi dengan ciri adanya subsiden gambut (Kalsim, 2012).

Terjadinya perubahan pada sifat gambut

Terjadinya perubahan pada sifat gambut yang awalnya bersifat hidrofilik (suka air) menjadi bersifat hidrofobik (tidak suka air) membuat terjadinya kering yang tidak dapat kembali sehigga kemampuan lahan gambut dalam menyerap air jadi menurun. Hal tersebut menyebabkan volume gambut mengalami penyusutan dan subsiden permukaan. Di Indonesia, emisi gas rumah kaca dan subsiden lahan gambut menjadi isu negatif terpopuler pada saat ini berkaitan dengan lingkungan.
Secara umum, gambut dapat menyimpan air 13 kali lebih banyak dari jumlah volumenya. Pada kenyataan sekarang ini, lahan gambut dikeringkan untuk tujuan penggunaannya dengan pembuatan kanal. Kegiatan tersebut megakibatkan terjadinya pengurangan volume air yang tersimpan di dalam lahan gambut serta mengalami kerapuhan sehingga menyusut. Penyusutan yang terjadi secara berulang akan membuat lahan gambut mengalami subsiden. Subsiden Lahan gambut menimbulkan dampak negatif pada tumbuhan serta pemukiman. Tumbuhan dapat tumbang sebagai dampak negatif dari subsiden, karena akarnya tidak mampu menmpang beban pohon. Selanjutya, pada daerah pemukiman dapat terbentuknya genangan air sehingga aktivitas masyarakat dapat terganggu. Selain itu, subsiden juga dapat menyebabkan rusaknya infrastruktur bangunan.