Tak Cukup Riset, Perguruan Tinggi Wajib Gandeng Industri

Tak Cukup Riset, Perguruan Tinggi Wajib Gandeng Industri

Tak Cukup Riset, Perguruan Tinggi Wajib Gandeng Industri

Tak Cukup Riset, Perguruan Tinggi Wajib Gandeng Industri
Tak Cukup Riset, Perguruan Tinggi Wajib Gandeng Industri

Peran institusi perguruan tinggi di era perekonomian modern saat ini

berubah dengan drastis. Perguruan tinggi kini menghadapi tantangan baru dan orientasi strategi baru dalam konteks globalisasi dan meningkatnya persaingan internasional.

Semula, perguruan tinggi hanya fokus pada pengajaran. Kini semakin berkembang ke arah riset dan bekerja sama dengan dunia industri.

Hubungan antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi atau disebut triple helix menjadi sangat dinamis. Hal ini terkait dengan citra perguruan tinggi yang seolah melakukan komersialisasi meski sejatinya adalah pelayanan pada masyarakat.

“Diharapkan akan terjadi interaksi yang lebih harmonis diantara akademisi,

industri, pemerintahan, dan masyarakat. Hal itu akan menghasilkan konsep pembangunan berdasarkan konsep triple helix,” kata Wakil Rektor UI Bambang Wibawarta dalam ajang Triple Helix Forum di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/7).

Bambang menilai semua pihak harus siap dengan berbagai perubahan dan tantangan termasuk perguruan tinggi di Indonesia. Riset adalah kunci pada era globalisasi dewasa ini.

Kegiatan itu mengangkat topik antara Indonesia dan Asia Timur. Yakni

Health and quality of life, Science and Technology for Sustainable Development, dan Politics and culture in Asia.

Terdapat empat pembicara kunci di dalam kuliah umum yakni Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6 Republik Indonesia) sebagai wakil dari masyarakat, Bambang Wibawarta (wakil rektor Universitas Indonesia) sebagai wakil dari pihak akademisi, Tomofumi Fukuda (Direktur Utama PT. Marubeni Indonesia) sebagai perwakilan dari industri, dan Bapak Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian) sebagai perwakilan dari pemerintah.

 

Baca Juga :