Telkom resmikan kampung digital

Telkom resmikan kampung digital

Telkom resmikan kampung digital

Telkom resmikan kampung digital
Telkom resmikan kampung digital

BANDUNG – Bandung , dikenal sebagai kota kreatif di Jawa Barat

, begitu juga dengan Kabupaten Bandung. Desa Rahayu merupakan suatu desa di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung yang memiliki sentra industri topi.

Penjualan topi dari Industri Topi di Desa Rahayu bukan hanya di Jawa Barat, namun hingga ke seluruh Indonesia dan Internasional.?Sehingga Telkom menjadikan sebagai kampung digital.

Desa Rahayu yang terkenal dengan industri topinya, menurut Eksekutive VP Telkom Regional 3 Jabar Suparwiyanto mengatakan menginspirasi TELKOM untuk segera merambah dengan peluncuran program Kampung UKM Digital. Sebuah program untuk pengembangan UKM yang diramu sebagai gerakan untuk membina aspirasi satu juta UKM di seluruh Indonesia (BAGUS Indonesia).?

Kampung UKM Digital ini, kata dia, melengkapi berbagai program

pengembangan UKM yang sebelumnya sedang berjalan, seperti edukasi pemanfaatan TIK bagi UKM di 500 sentra UKM di berbagai kota, 20 Kampung Nelayan Digital, Roadshow BAGUS Indonesia di 30 kota.

” Target akhirnya, ada sejuta UKM yang berhasil mengadopsi teknologi digital dari Telkom, katanya Selasa.

Peluncuran Program Kampung UKM Digital Sentra Topi Rahayu berlangsung di Kantor Desa Rahayu, Kabupaten Bandung Selasa (29/3). Diharapkan, dengan diluncurkannya Kampung UKM Digital Sentra Topi Rahayu dapat melengkapi pengembangan UKM di Desa Rahayu.

Suparwiyanto mengatakan, ada dua komponen besar yang dapat dipertimbangkan untuk menyulap sebuah lokasi menjadi Kampung UKM Digital oleh Telkom. Pertama, adanya Core Ecosystem yang menunjukkan keterhubungan antara supplier, produsen, dan saluran distribusi. Kedua, Business Ecosystem yang menunjukkan adanya keterhubungan supplier, produsen, wholeseller,retailer,konsumen akhir, dukungan pemerintah dan lembaga keuangan.?

?Setelah dua komponen besar terpenuhi, kata dia, Telkom juga

menetapkan parameter implementasi bagi Kampung UKM Digital diantaranya, tersedianya infrastruktur jaringan broadband. Serta, adanya wadah komunitas UKM seperti koperasi atau lembaga sejenis.?

?Berikutnya, kata dia, pemanfaatan teknologi informasi di dalam dua ekosistem, misalnya eCommerce. Adanya proses sharing knowledge terkait TI di dalam ekosistem, adanya supervisi dari Pemerintah dan keterlibatan stakeholder lainnya (asosiasi, komunitas, dan akademisi) yang saling mendukung untuk terjadinya akselerasi implementasi pemanfaatan TI di kampung UKM Digital.?

?Kampung UKM Digital ini, kata dia, mengadopsi konsep financial inclusion dan digital inclusion sekaligus. Melihat potensi Kampung UKM Digital Sentra Topi Rahayu ini, terbuka peluang untuk kita langsung sulap Koperasinya menjadi agen remitansi dan Payment Point Online Banking (PPOB) Delima. Kedepan kita ingin Kampung UKM Digital itu juga transaksi dengan e-Money.

Untuk sukses pelaksanaan Kampung UKM Digital ini, kata dia, Telkom tentu saja tidak berdiri sendiri. Telkom mengajak berkolaborasi dengan pihak-pihak lain, atau dikenal dengan Penta-Helix, yakni Akademisi, pelaku Bisnis, Communitas, birokrasi Goverment dan Media dalam konsep ABCGM.

“Kolaborasi tersebut akan mempercepat pengembangan kemampuan pelaku UKM Indonesia,” katanya. Jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435163/10-konsep-geografi/