2594 Lynn Ogden Lane

Blog Details

Home   /   TEORI KOMUNIKASI INTERPERSONAL
TEORI KOMUNIKASI INTERPERSONAL

TEORI KOMUNIKASI INTERPERSONAL

TEORI KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Dalam konteks komunikasi ini , sejumlah teori yang dikemukakan oleh para ahli pada umumnya dikembangkan berdasarkan situasi yang ada. Hal itu bisa berwujud sebagai hipotesis baru setelah melalui berbagai macam percobaan sosial. Hal itu terangkum dalam beberapa poin yang menjelaskan mengenai kemudahan dalam menyampaikan pesan antar individu.

1. CONSTRUCTIVISM

teori konstruktivisme merupakan teori kerangka kerja teoritis yang menghubungkan adanya upaya dalam menjelaskan anggapan seseorang dalam berkomunikasi. Hal itu dapat diketahui melalui berbagai macam cara, salah satunya adalah menggunakan teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Jesse Delia.

2. SYMBOLIC INTERACTIONISM

biasa disebut sebagai interaksi simbolik, yang memiliki tujuan mengenai kerangka perspektif dalam mengolah pesan yang disampaikan. Hal ini memengaruhi adanya komunikasi verbal maupun nonverbal yang dilakukan individu. Sehingga perlunya kaji ulang mengenai simbol – simbol yang diterapkan oleh masyarakat dalam memaknai maksud yang diungkapkan.

3. ATTRIBUTION THEORY

sebuah kerangka kerja untuk memahami bagaimana perilaku masing – masing individu dalam menginterpretasikan perilaku mereka sendiri dan perilaku orang lain. Sehingga hal ini dikembangkan Fritz Heider, bahwa manusia akan termotivasi untuk memahami perilaku diri sendiri serta perilaku orang lain dalam menjelaskan pola perilaku.

4. ACCOMMODATION THEORY

teori yang dikembangkan oleh Howard Giles ini lebih menitikberatkan terhadap pemodifikasian bentuk komunikasi dalam berbagai situasi yang terjadi. Hal ini dikarenakan, komunikasi interpersonal merupakan bentuk interaksi yang paling fleksibel. Sehingga perubahan dimensi isi berdasarkan kondisi lingkungan kerap terjadi.

5. SOCIAL PENETRATION THEORY

teori yang digagas oleh Irving Altman dan Dalmas Taylor ini menggambarkan bagaimana pentingnyaself disclosure dalam menggerakkan suatu hubungan superfisial menjadi lebih intim dalam bentuk komunikasi yang ideal. Sehingga perubahan pola komunikasi tersebut akan berdampak pada pola hubungan yang terjalin.

Teori komunikasi interpersonal diatas, dapat diterapkan dalam pola komunikasi sehari – hari. Disesuaikan dengan segala bentuk kondisi lingkungan serta situasi yang ada. Dengan begitu, penerapan dari komunikasi sendiri akan lebih mudah tercapai.

Tak hanya itu saja, masih dalam konteks komunikasi ini sendiri, penyelesaian mengenai hubungan antar individu ini masih belum terungkap jelas. Sehingga perlu adanya pembahasan lebih lanjut mengenai hubungan interpersonal ini.


Baca Juga :