Traktor Kendali Jauh, Solusi bagi Petani Saat Hujan

Traktor Kendali Jauh, Solusi bagi Petani Saat Hujan

Traktor Kendali Jauh, Solusi bagi Petani Saat Hujan

Traktor Kendali Jauh, Solusi bagi Petani Saat Hujan
Traktor Kendali Jauh, Solusi bagi Petani Saat Hujan

Kemendikbud — Sebagai negara yang dipayungi iklim tropis,

hujan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi negeri ini. Selain menjadi anugerah, tak jarang hujan menjadi penghambat jalannya aktivitas, termasuk di bidang pertanian.

Hal ini yang menjadi inspirasi bagi para pelajar di SMKN 2 Metro Lampung. Berawal dari obrolan sederhana, yaitu tentang bagaimana cara agar tetap bisa membajak sawah sekalipun hujan turun. Tercetus ide dari para siswanya untuk memodifikasi traktor bajak yang ada saat ini agar bisa dikendalikan dari jauh. Mengingat turunnya hujan akan turut disertai dengan adanya petir.

Dengan dukungan dari kelompok tani setempat, sekolah ini menerima satu buah traktor bajak untuk dikembangkan.

Guru SMKN 2 Metro Lampung, Sugiantopo, mengatakan berkat dukungan tersebut,

ia dan peserta didiknya bisa mengembangkan hand tractor sampai saat ini. Meskipun begitu, pengembangan alat ini masih terkendala hal teknis, seperti untuk bermanuver yang masih membutuhkan tenaga manusia.

“Kalau di sawah, untuk maju bisa pakai remote. Tapi kalau mau belok, harus diangkat, baru bisa belok,” jelasnya.

Karena itu, kemampuan traktor ini akan terus ditingkatkan. Hingga saat ini, para siswa yang belajar di SMKN 2 Metro diberikan pemahaman tentang traktor yang bisa dikendalikan dari jauh. Harapannya adalah akan didapatkan ide maupun inovasi yang akan terus mengembangkan alat ini.

“Nanti kita juga akan siapkan gear box. Jadi juga bisa berjalan mundur,” tutur guru berkacamata ini.

Meskipun bidang kejuruannya adalah agrobisnis, teknologi pertanian juga menjadi perhatian dari guru dan murid di SMKN 2 Metro Lampung. Melalui inovasi tersebut, diharapkan ke depannya teknologi ini akan dapat membantu Indonesia di sektor pertanian, mengingat negeri ini sejak dulu telah dikenal sebagai negara agraris. (Aji Shahwin/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984